Rongkop (MTsN 9 Gunungkidul) — Dalam rangka menyempurnakan dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), MTsN 9 Gunungkidul menggelar kegiatan Uji Publik Kurikulum yang dilaksanakan di Laboratorium IPA madrasah setempat pada Selasa (29/7/2025). Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, pengawas madrasah, komite madrasah, orangtua siswa, perwakilan siswa, serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan.
Acara dibuka dengan penyampaian draft Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) tahun pelajaran 2025-2026 oleh Cahya Widya Purnama, Wakamad urusan Kurikulum. Dalam paparannya, beliau menjelaskan visi dan misi, struktur kurikulum, pengorganisasian pembelajaran, serta rencana pelaksanaan program madrasah. Penyampaian ini menjadi landasan diskusi agar peserta memahami isi dan arah kebijakan kurikulum yang akan diterapkan.
Dalam sambutan, Kepala MTsN 9 Gunungkidul, Hj. Kendah Romi Widiyastuti, menekankan pentingnya uji publik ini sebagai bagian dari proses partisipatif dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum madrasah. "Kami berharap KSP ini menjadi pedoman utama dalam melaksanakan seluruh program kegiatan selama satu tahun ke depan. Tantangan kita adalah banyaknya regulasi baru, baik dari Kemenag maupun dari Kemendikdasmen. Namun, hal ini justru memperkaya khazanah kurikulum dan memperkuat identitas madrasah sebagai satuan pendidikan berciri khas smp plus," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kendah juga menegaskan pentingnya branding madrasah sebagai madrasah budaya, madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung nilai-nilai karakter, kearifan lokal, dan tradisi yang mendidik. "Kita ingin MTsN 9 Gunungkidul tampil sebagai madrasah yang berbudaya, yang tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga membentuk akhlak dan menghargai nilai-nilai luhur budaya bangsa. Mohon kepada seluruh peserta untuk memberikan masukan yang membangun demi kesempurnaan dokumen KSP kita,” imbuhnya.
Kepala Kankemenag Gunungkidul, H. Mukotip S.Ag M.Pd.I turut hadir dan memberikan arahan, mengapresiasi langkah partisipatif ini sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas madrasah dalam penyusunan kurikulum. Forum diskusi berjalan aktif dan dinamis, di mana pengawas madrasah, komite, orangtua siswa turut menyampaikan saran dan kritik yang konstruktif. (nh)
Penulis : MTsN Rongkop/MTsN 9
Editor : Putri HS