Karangmojo (MTsN 8 Gunungkidul) — Guru MTsN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan tindak lanjut In House Training (IHT) Implementasi KMA 1503 tentang Kurikulum Berbasis Cinta dan Ko-kurikuler yang diselenggarakan di lingkungan madrasah pada Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konkret dalam proses pembelajaran, khususnya melalui penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan nilai-nilai cinta, empati, serta penguatan karakter peserta didik.
Hadir sebagai narasumber, Pengawas Madrasah, Hamid Abdul Basith menyampaikan materi terkait penyusunan perangkat pembelajaran yang selaras dengan KMA 1503. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perencanaan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus menguatkan nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan pembentukan karakter siswa. Selain itu, pembelajaran juga perlu terintegrasi dengan delapan dimensi profil lulusan sebagai arah pengembangan kompetensi peserta didik.
Kepala MTsN 8 Gunungkidul, Iskak Rusmadi, menyambut baik pelaksanaan IHT tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari IHT tingkat kabupaten yang perlu diturunkan dan diperdalam di tingkat satuan pendidikan.
“Melalui IHT ini, kami berharap seluruh guru MTsN 8 Gunungkidul memiliki pemahaman yang sama dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dalam pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para guru mengikuti sesi dengan aktif, berdiskusi, serta berbagi pengalaman praktik pembelajaran. Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (12/2/2026) akan dilaksanakan sesi lanjutan berupa praktik pembelajaran sebagai wujud implementasi hasil IHT. (mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Putri HS