Wonosari (MTsN 8 Gunungkidul) -- MTsN 8 Gunungkidul berhasil menyelenggarakan Workshop Model Pembelajaran sebagai bentuk persiapan implementasi kurikulum merdeka pada Rabu (21/9/2022). "Sementara ini pelaksanaan kurikulum merdeka baru sebatas piloting yakni hanya bagi madrasah yang ditunjuk. Walaupun demikian dalam satu dua tahun ke depan kurikulum tersebut akan diberlakukan juga. Oleh karena itu, kami berharap workshop ini dapat meningkatkan pemahaman bapak ibu guru dalam memilih model pembelajaran di kelas," ungkap Hamid Abdul Basit, Kepala MTsN 8 Gunungkidul dalam sambutan kegiatan di Gedung KPN Tunas Harapan wonosari.
Selanjutnya Kepala Kankemenag Gunungkidul, Drs. H. Sa'ban Nuroni,MA., menandaskan bahwa Model pembelajaran sifatnya adalah konsep/kerangka pembelajaran yang akan dipakai dalam pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran. "Generasi yang dihadapi guru saat ini adalah generasi digital, sebagai guru maka harus dapat memberikan pembelajaran. Model pembelajaran harus berbasis kritis, komunikatif, kolaboratif dan kreatif menjadi tuntutan," tandasnya. Sebelum membuka kegiatan secara resmi banyak motivasi yang disampaikan kepada peserta workshop yang berjumlah 36 pendidik agar mengikuti kegiatan dengan serius.
Selebihnya, Gunawan, M. Pd, narasumber dari widyaiswara Balai Diklat Semarang mampu menyampaikan materi sedemikian menarik sehingga peserta antusias mengikuti sampai usai. Beberapa model pembelajaran dan strategi sempat dipraktikkan di depan peserta dan selanjutnya dapat diadopsi untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas.(mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Siti Nurafrianti