Karangmojo (MTsN 8 Gunungkidul) — MTsN 8 Gunungkidul terus mendorong budaya disiplin di lingkungan madrasah melalui pembiasaan berpenampilan rapi bagi seluruh peserta didik. Upaya ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menanamkan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak dini.
Salah satu bentuk penerapan disiplin tersebut adalah kewajiban menjaga kerapian rambut, terutama bagi siswa laki-laki, dengan aturan potong rambut sesuai ketentuan madrasah. Aturan ini tidak hanya menekankan aspek kerapian, tetapi juga membentuk kedisiplinan yang berdampak pada sikap belajar dan perilaku sehari-hari.
Waka Kesiswaan MTsN 8 Gunungkidul menegaskan bahwa kerapian penampilan merupakan bagian dari disiplin positif yang ingin ditanamkan pada seluruh siswa. “Berpenampilan rapi adalah cerminan sikap disiplin. Ketika siswa terbiasa menjaga kerapian, ia juga terbiasa menghargai aturan dan bertanggung jawab terhadap dirinya,” ungkapnya.
Bersama dengan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) madrasah secara rutin melakukan pengecekan kerapian penampilan setiap pagi, termasuk memastikan atribut seragam lengkap, sepatu sesuai ketentuan, dan rambut siswa tetap rapi. Pada kesempatan tertentu, madrasah juga bekerja sama dengan pihak luar atau melakukan penertiban internal untuk memastikan seluruh siswa mematuhi aturan yang berlaku. Seperti halnya saat ini, Kamis (11/12/2025) madrasah mengundang barber untuk merapikan rambut siswa.
Para guru menyambut baik program ini karena terbukti mendukung suasana belajar yang lebih tertib dan kondusif. Siswa pun terlihat semakin sadar akan pentingnya penampilan yang sesuai tata tertib, termasuk dalam menjaga rambut tetap pendek dan rapi.
Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, MTsN 8 Gunungkidul berharap disiplin dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang melekat pada diri setiap peserta didik, sehingga kelak mampu menjadi modal karakter ketika terjun ke masyarakat. (mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Putri HS