Wonosari (MTsN 4 Gunungkidul) - Pesantren Ramadan di MTsN 4 Gunungkidul dimulai dengan pembahasan mendalam mengenai Thoharoh, khususnya tentang macam-macam najis dan cara mensucikannya. Materi ini diambil dari kitab safinatunnajah, sebuah kitab klasik yang menjadi rujukan penting dalam ilmu fiqih. Senin (10/3/2025)
Kepala MTsN 4 Gunungkidul, Ngadiyan S.Pd.I MSI memimpin langsung sesi pembelajaran ini. Beliau menjelaskan secara rinci tentang berbagai jenis najis yang dijelaskan dalam kitab safinatunnajah, mulai dari najis mukhaffafah (ringan), najis mutawassithah (sedang), hingga najis mughallazhah (berat). Selain itu, beliau juga menjelaskan tata cara mensucikan masing-masing jenis najis tersebut sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
"Thoharoh adalah kunci utama dalam menjalankan ibadah. Jika kita tidak suci dari najis, maka ibadah kita tidak akan sah," tegas Ngadiyan. Beliau menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan ilmu thoharoh dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bulan ramadan yang penuh berkah ini.
Para siswa kelas 7 MTsN 4 Gunungkidul tampak antusias mengikuti penjelasan yang diberikan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap materi yang disampaikan.
Kegiatan pesantren ramadan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung. Para siswa diajak untuk mempraktikkan cara mensucikan diri dari najis sesuai dengan jenisnya. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para siswa dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan ilmu thoharoh dalam kehidupan sehari-hari.
Selain materi Thoharoh, pesantren ramadan di MTsN 4 Gunungkidul juga akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya, seperti tadarus Al Quran, kajian kitab ala-la, dan praktik ibadah. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan meningkatkan ketakwaan mereka kepada Allah SWT. (ian)
Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4
Editor : Putri HS