Tulungagung (MTsN 4 Gunungkidul) -- MTsN 4 Gunungkidul ikut serta dalam Asosiasi Sistem Kredit Semester (SKS) Madrasah Tsanawiyah Indonesia dalam inovasi pada kurikulum layanan SKS dan Penyerahan SK Penyelenggaraan layanan SKS pada Sembilan MTs seluruh Indonesia. Hadir dalam acara tersebut, Prof. Dr. Moh. Isom Sauqi, M.Ag., didampingi oleh Kepala Subdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI, Dr. Suwardi, M.Pd., pada Kamis (3/11/2022).
Dalam kesempatan tersebut Kepala MTsN 4 Gunungkidul, Muthohar bersama Ketua SKS Bambang Edi Purwanto di MTsN 4 Tulungagung, Jawa timur memenuhi undangan asosiasi tersebut dan juga menerima SK Penyelenggaraan layanan SKS.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI, Moh. Isom Sauqi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat dalam program madrasah itu harus selalu tumbuh dan ditularkan ke madrasah lain, madrasah harus totalitas mengelola MTs, karena para birokrat akan lahir dari madrasah.
“Analogi kurikulum Madrasah seperti restoran yaitu kokinya, sebagai koki harus totalitas, silahkan lakukan perubahan untuk kemanfaatan dan kemajuan,” ujar Isom.
Semua kecerdasan siswa diharapkan dapat digali sehingga siswa tahu bakat dan potensi dirinya. Membuat inovasi kurikulum agar sesuai dengan kearifan lokal. “Aktifkan semua kearifan lokal karena Kurikulum Merdeka akan mengubah cara guru mengajar, dan cara siswa belajar,” imbuhnya.
KSKK ditahun 2023 akan inovasi Internasionalisasi Madrasah, sehingga sarana prasarana harus mendukung. “Kepala Madrasah harus selalu dinamis, kreatif dan bapak ibu guru harus berani keluar dari zona nyaman,kemas kreatifitas untuk kemajuan madrasah,” pesannya.(eaf)
Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4
Editor : Siti Nurafrianti