MTsN 4 Gunungkidul Hadirkan Kasubdit KSKK Kemenag RI Dalam Bimtek Penguatan Inovasi Kurikulum

  Minggu, 21 Mei 2023    Bacakan Berita     117 
Foto MTsN 4 Gunungkidul Hadirkan Kasubdit KSKK Kemenag RI Dalam Bimtek Penguatan Inovasi Kurikulum

Sleman (MTsN 4 Gunungkidul) -- Bimbingan Teknis Penguatan Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran Program Layanan Sistem Kredit Semester (SKS) dilaksanakan pada hari Sabtu (20/5/2023) di Hotel Abadi Yogyakarta. Bimtek tersebut diikuti seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan kedua madrasah, Pengawas MTsN 4 Gunungkidul, Perwakilan Komite dan Perwakilan Wali murid siswa.

Hadir dalam bimtek tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Abdul Su'ud, S.Ag, M.S.I., Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., JFT Pengembangan Teknologi Pembelajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY., Kasubdit KSKK Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Suwardi, M. Pd., Guru MTsN 2 Kediri yaitu Moch. Sultan Agung, M.Pd. Dan Sri Afiati, S.Pd.

Kepala Subdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI, Dr. Suwardi, M.Pd., saat mengisi materi Kebijakan Direktorat KSKK, Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran Layanan SKS pada madrasah menyampaikan bahwa semua guru harus membuat perencanaan kerja dan optimalkan pembelajaran. “Ibarat orang masak jangan hanya berhenti dalam membuat resep dan belanja tapi sampai proses memasak dan menghidangkan masakan," tandasnya.

Dr. Suwardi berpesan bahwa madrasah harus berani melakukan Tiga hal, yaitu yang pertama lakukan lebih awal, lakukan dengan cara yang beda, dan lakukan sesuatu yang terbaik.

Sedangkan narasumber dari MTSN 2 Kediri menyampaikan bahwa siswa belajar secara berurutan melalui UKBM sesuai dengan kecepatan penguasaannya dalam setiap waktu jam belajar. Siswa belajar mandiri. “Untuk guru pemberian tugas belajar dengan menggunakan pemandu awal dan tugas-tugas belajar dalam bentuk buku, Dinamika belajar berbasis KD,” ujar Sri Afiati.

Lebih lanjut Moch. Sultan Agung dalam sesi penyampaian materi Teknik Penyusunan Modul Ajar/UKBM menyampaikan bahwa menentukan beban belajar sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajarnya. “Suasana dan proses pembelajaran merupakan kondisi yang menentukan keberhasilan IKBM, untuk itu pembelajarannya harus dirancang secara menarik, dinamis, merangsang, menginspirasi, sekaligus meyakinkan peserta didik bahwa kompetensi yang sedang dipelajari dapat dikuasai dengan mudah,  sederhana dan bermakna untuk kehidupannya," terang Sultan.(eaf)

Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul