MTsN 4 Gunungkidul Hadiri Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Surabaya, Tanamkan Nilai Humanis Sejak Dini

  Rabu, 22 Oktober 2025    Bacakan Berita     21 
Foto MTsN 4 Gunungkidul Hadiri Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Surabaya, Tanamkan Nilai Humanis Sejak Dini
MTsN 4 Gunungkidul Hadiri Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Surabaya, Tanamkan Nilai Humanis Sejak Dini

Surabaya (MTsN 4 Gunungkidul) - MTsN 4 Gunungkidul menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan karakter dengan mengikuti Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Madrasah Wilayah Tengah yang diselenggarakan di Hotel Leedon and Suites, Surabaya pada Rabu (22/10/2025).

Kepala Madrasah, Ngadiyan, hadir secara langsung dalam kegiatan yang bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kasih sayang, humanis, dan toleransi dalam pendidikan madrasah. Meskipun acara pembukaan resmi belum dimulai, sesi pertama sosialisasi sudah berjalan. Sesi ini berfokus pada ta'aruf (perkenalan) konsep Kurikulum Berbasis Cinta.

Materi mendalam tentang konsep KBC disampaikan oleh Rahman, seorang dosen yang dikenal memiliki keahlian di bidang pendidikan berbasis nilai. Rahman menguraikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya transformasi kurikulum, tetapi gerakan nilai yang bertujuan menciptakan ruang belajar yang tidak hanya mengasah nalar, tetapi juga menghidupkan nurani. KBC sendiri dibangun atas lima nilai utama yang disebut Panca Cinta; Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, Diri dan Sesama, Ilmu Pengetahuan, Lingkungan, serta Bangsa dan Negeri.

Sesi ta'aruf ini difasilitasi oleh Lukman Nugraha dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia KSKK Kemenag RI. Kehadiran perwakilan KSKK menunjukkan keseriusan Kementerian Agama dalam menyebarluaskan dan mendorong implementasi kurikulum transformatif ini di seluruh madrasah.

Keikutsertaan MTsN 4 Gunungkidul dalam sosialisasi ini sejalan dengan upaya Kemenag untuk membentuk generasi yang kuat dalam moral, lembut dalam sikap, dan kokoh dalam kebersamaan. Ngadiyan, menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis untuk mewujudkan insan madrasah yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia, sesuai dengan tujuan utama KBC, yaitu melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar kehidupan.(ian)

Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul