Wonosari (MTsN 4 Gunungkidul) - MTsN 4 Gunungkidul mengadakan perpisahan purna dan mutasi tugas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Selasa(18/1/2022). Kegiatan ini dihadiri seluruh guru dan pegawai.
Kepala MTsN 4 Gunungkidul, Muthohar, mengatakan hal yang sangat lumrah rotasi dan mutasi dalam tugas. Tempat tugas boleh berbeda atau tidak sama, akan tetapi ukhuwah persaudaraan tetap terjalin. "Pak Pardi, Pak Alis, Bu Rubini, saling berkabar agar masih bisa berkomunikasi," ujarnya.
Mutasi yang ke-8 bagi Supardi, salah satu guru yang mutasi adalah hal biasa. “Walau hanya 11 bulan, tapi kesan saya di MTsN 4 Gunungkidul tidak saya temukan di MTs lain, dedikasinya yang luar biasa," ujarnya.
"Mohon dimaafkan dan dikhlaskan apabila kami ada salah,” imbuh Supardi yang mewakili 2 GTK lainnya.
Selanjutnya, Alistiyono menyampaikan memori sebuah catatan perjalanan yang ia tulis sebagai kenangan perjalanan selama mengabdi di Kabupaten Gunungkidul. Tak terlewatkan semua nama ditulis dalam memori yang dibacakannya.
Muthohar menyampaikan tanggapan, bahwa Rubini hampir 19 tahun konsisten dalam bekerja, akan tetapi karena terkena aturan usia 59 tahun, saatnya harus istirahat. Sedangkan Supardi, 11 bulan menjadikan madrasah yang luar biasa, salah satunya bisa membimbing siswa hingga menyabet juara karate tingkat Internasional. Selanjutnya, Alistiyono mengabdi kurang lebih dua tahun, tapi tak terhitung kebaikannya. Dinamika apapun tentang madrasah diangkat lewat tulisannya, sehingga orang lain dapat mengetahuinya.
“Hanya doa semoga selalu diberi kesehatan di tempat tugas yang baru, serta pengabdiannya di masyarakat. Mohon doa juga semoga MTsN 4 Gunungkidul mampu dan terus mengawal sehingga selalu berprestasi. Terima kasih atas kerja sama dan kebersamaan selama ini. Ada kurang dan lebihnya mohon maafkan,” pungkas Muthohar.
Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4
Editor : Andi Eko