Semanu (MTsN 3 Gunungkidul) — Pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, melainkan juga dari terbentuknya karakter yang kuat dan berkelanjutan. Inilah pesan utama yang disampaikan Koordinator Kokurikuler MTsN 3 Gunungkidul, Fajar Hariyono, dalam kegiatan pembinaan karakter yang digelar di halaman madrasah pada Jumat (6/2/2026).
Di hadapan seluruh siswa dan tenaga pendidik, Fajar Hariyono menghadirkan sudut pandang yang lebih humanis mengenai kedisiplinan, sebuah nilai yang kerap dipersepsikan kaku oleh kalangan remaja. Ia menegaskan bahwa setiap aturan yang berlaku di madrasah sejatinya merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab madrasah terhadap masa depan peserta didik.
“Peraturan jangan pernah dianggap sebagai beban yang memberatkan. Sebaliknya, disiplin adalah wujud kasih sayang kami kepada kalian. Dengan disiplin, kita sedang menjaga jalur kesuksesan agar tetap terarah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fajar Hariyono mengaitkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari dengan aspek spiritual melalui konsep disiplin ibadah. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan yang dibuat manusia merupakan latihan awal untuk menumbuhkan ketaatan yang lebih hakiki kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa atas sikap dan perilaku positif yang ditunjukkan selama rangkaian kegiatan ibadah Jumat. Pelaksanaan salat Jumat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kesadaran tanpa perlu pengawasan ketat.
Koordinator Kokurikuler menilai bahwa tumbuhnya kesadaran internal siswa menjadi indikator keberhasilan pembinaan karakter yang selama ini dilaksanakan di MTsN 3 Gunungkidul.
Melalui pembinaan ini, madrasah berharap nilai disiplin tidak lagi dipahami sebagai bentuk paksaan, melainkan tumbuh menjadi gaya hidup yang melekat dalam keseharian siswa, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat. (kho)
Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3
Editor : Putri HS