MTs Jamul Muawanah Mengikuti Pelatihan Kreasi Gantungan Kunci Berbahan Dasar dari Resin

  Rabu, 21 Agustus 2024    Bacakan Berita     69 
Foto MTs Jamul Muawanah Mengikuti Pelatihan Kreasi Gantungan Kunci Berbahan Dasar dari Resin
Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan terlihat antusias mengikuti pelatihan

Patuk (MTs Jam’ul Muawanah)  -- Peserta didik kelas VII,VIII dan IX MTs Jam'ul Muawanah (MTs JM), mengikuti pelatihan kreasi gantungan kunci berbahan dasar dari resin pada hari Kamis (21/8/2024). Pelatihan ini difasilitasi oleh mahasiswa Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta yang tengah melaksanakan KKN di Dusun Ngembes, Pengkok, Patuk. Pelatihan diadakan di aula seusai pembelajaran. 

Memanfaatkan momentum tersebut, guru mata pelajaran lain juga menggunakan event pelatihan dengan memberikan tugas kelompok yakni membuat video  tutorial pembuatan gantungan kunci berbahan dasar resin dari awal hingga akhir. Pelatihan kreasi gantungan kunci bahan dasar resin terintegrasi dengan mata pelajaran prakarya.

Di akhir pelatihan terlihat hasil kerja dari kelompok masing-masing dengan kreasi yang berbeda-beda disesuaikan dengan selera masing-masing kelompok. Sebelumnya, anak-anak sudah diimbau untuk menyiapkan material dekoratif berupa material-material dari biji-bijian, bunga atau dari daun dan bisa juga dari print out bertema lambang tertentu atau tulisan.

Pembuatan resin diikuti oleh seluruh peserta didik kelas kelas VII,VIII dan IX, yang terlihat antusias mengikutinya. "Selama ini memang ada beberapa anak terutama dari kelas VIII yang mampu menghasilkan beberapa kreasi pernak-pernik dan mereka sudah mampu menjualnya," ucap Suratman, M.Pd, selaku pendamping peserta didik. "Beberapa anak bahkan terkadang pulang sore, karena disekolah memanfaatkan moment bersama usai pelajaran untuk mengerjakan pernak-pernik yang dipesan sebelumnya," imbuhnya. 

Mewakili sekolah, Suratman  memberikan ucapan terima kasih sekaligus menanggapi kata pamit dari kakak-kakak KKN kelompok 3, karena kebetulan mereka sudah akan mengakhiri kegiatannya pada tanggal 1 September. "Semoga anak-anak dapat menyalurkan ilmunya dan hobinya untuk sebagai life skill yang sangat dibutuhkan kelak di kemudian hari," pungkasnya. 

Penulis : Madrasah

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul