Ngawen (MIN 12 Gunungkidul) -- Dalam rangka menghidupkan tradisi dan budaya serta mengenang jasa pahlawan khususnya Pangeran Samber Nyowo dan juga Raden Gading Mas Said sekaligus menggali, mengangkat, dan mengembangkan segala potensi dan sumber daya yang ada di wilayah Kalurahan Jurangjero, MIN 12 Gunungkidul mengikuti Kirab Budaya Sadranan Gunung Gambar pada Senin (24/7/2024). Acara tersebut berlangsung setahun sekali pada hari Senin atau Kamis Legi setelah panen.
Acara dimulai pada pukul 07:30 WIB yang seluruh peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Jurangjero yang harus berjalan kaki dari Sumur Pucang yang terletak di padukuhan Wonosari, Jurangjero menuju Gunung Gambar yang berjarak sekitar 3 kilometer.
Sadranan memiliki nilai budaya spiritual pengharapan dalam kehidupan Religiusitas menyampaikan pengertian bahwa Tuhan memberikan kekuatan dan juga harapan dalam memecahkan masalah hidup dan memberikan harapan pada orang yang percaya pada Tuhan atau konsep agama, seperti Keesing (1992:93-94). Perjuangan hidup yang diilustrasikan oleh Ki Ageng Gading Mas dan Pangeran Sambernyawa dalam mengatasi kesulitan hidup menggarisbawahi pentingnya menjalankan Sadranan
Selain itu, menurut warga Jurangjero sendiri, menghidupkan tradisi Sadranan berarti ikut melestarikan adat dan tradisi leluhur. Dilihat lebih dekat, budaya ini sendiri merupakan hasil kreasi cita rasa dan tujuan, yang dapat terjadi tidak hanya sekali tetapi terus menerus, diwariskan dari generasi ke generasi, dan menjadi identitas suatu masyarakat. Budaya juga membutuhkan warisan alam, yang berarti memiliki nilai-nilai dalam kehidupan mereka dan menjadi praktik kehidupan sehari-hari warga Gunung Gambar. Upacara Sadranan juga memiliki nilai-nilai gotong royong. Seluruh penduduk berkumpul untuk ikut serta dalam persiapan dan pelaksanaan Sadranan.
“Nilai yang tak kalah penting juga adalah selalu merasa bersyukur dan cukup atas pemberian Tuhan. Masyarakat Jurangjero menyikapi acara ini sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil panen yang telah dipetik. Banyak atau sedikit hasil panen, tidak menghalangi mereka untuk merayakannya dalam bentuk upacara adat Sadranan,” ungkap Subardi selaku Kepala MIN 12 Gunungkidul. (slm)
Penulis : MIN Jurangjero/MIN 12
Editor : Siti Nurafrianti