Saptosari (MIN 10 Gunungkidul) — Guru MIN 10 Gunungkidul mengikuti kegiatan Deep Learning dan Diseminasi Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta yang di selenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) 5 SAPAGA di MI YAPPI Pijenan, Girisekar, Panggang pada Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Koordinator K2MI, Suryaningsih, S.Pd.
Dalam sambutannya, Suryaningsih menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan dan akhlak dalam sistem pembelajaran di madrasah. Ia menyambut baik penerapan Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta yang dinilainya mampu membentuk karakter peserta didik yang religius, humanis, dan berintegritas. “Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan pendidikan di era saat ini,” ujarnya.
Kegiatan ini juga bertujuan mendorong penerapan deep learning dalam proses pembelajaran agar tercipta lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak. Sinergi antara lembaga pendidikan dan para pemangku kepentingan dinilai krusial dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, hadir Zuhari Harsyah S.Pd.I M.Pd. Ia menyampaikan materi mengenai pendekatan-pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan yang dapat memperkuat peran madrasah sebagai lembaga yang adaptif dan berbasis nilai-nilai agama serta kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, para pendidik madrasah diharapkan dapat memperluas wawasan serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan madrasah yang inklusif dan transformatif di tengah dinamika pendidikan saat ini.
Penulis : MIN 10 Gunungkidul
Editor : Putri HS