MIN 1 Gunungkidul Terima Pendampingan Sekolah Adiwiyata dari DLH Kabupaten Gunungkidul

  Jumat, 18 Februari 2022    Bacakan Berita     555 
Foto MIN 1 Gunungkidul Terima Pendampingan Sekolah Adiwiyata dari DLH Kabupaten Gunungkidul
Pendampingan Sekolah Adiwiyata MIN 1 Gunungkidul oleh DLH Kabupaten Gunungkidul (15/2/2022)

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup melalui gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah diperlukan untuk melaksanakan pendidikan lingkungan hidup bagi masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang penghargaan adiwiyata. Penghargaan adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah yang telah berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Menindaklanjuti surat dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul nomor 660/064 tentang Pendampingan Calon Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten, DLH Kab. Gunungkidul mengadakan kegiatan pendampingan sekolah adiwiyata di MIN 1 Gunungkidul pada Selasa (15/2/2022).

Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, S.Pd.I. MSI., merasa bersyukur atas terpilihnya MIN 1 Gunungkidul dalam 12 sekolah yang diajukan sebagai sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2022. Dalam sambutannya Fuatul menyampaikan, "Keluarga besar MIN 1 Gunungkidul siap melakukan yang terbaik untuk mengikuti program ini".

Acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai sekolah adiwiyata oleh Dwi Wiyani, S.T., M.Eng., selaku Kasi Pengembangan Lingkungan Hidup. Menurut Dwi, sekolah adiwiyata bukan ajang lomba, namun kegiatan berlanjut yang terus menerus. "Untuk menuju sekolah adiwiyata dibutuhkan komitmen dari semua warga sekolah serta pelibatan seluruhnya. Kerja sama juga perlu dilakukan dengan stakeholder terkait yang dapat mendukung sekolah adiwiyata," ucapnya.

Sebagai tim pendamping, hadir pula Rusmiyani, S.Pd. guru SD Ngabeyan Kapanewon Ponjong. SD Ngabeyan saat ini tengah menuju sekolah adiwiyata mandiri, sehingga harus mendampingi minimal 2 sekolah agar mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata tingkat kabupaten. SD Ngabeyan memperoleh penghargaan Sekolah adiwiyata tingkat kabupaten pada tahun 2010, tingkat provinsi pada tahun 2011 dan tingkat nasional pada tahun 2013. Rusmiyani menyampaikan tips dan trik menjadi sekolah adiwiyata salah satunya adalah dengan mempelajari dokumen dengan baik. Selanjutnya Rusmiyani memberikan informasi keuntungan-keuntungan yang dapat dirasakan oleh sekolah adiwiyata diantaranya yaitu kemudahan mendapatkan bantuan dari Dinas Kehutanan serta mendapatkan pelatihan dari Dinas Kelautan dan Perikanan. (aky/isb/fh)

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul