Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- MIN 1 Gunungkidul terus berkomitmen dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan religius. Salah satu program unggulan yang secara rutin dilaksanakan adalah pembiasaan ibadah sunah, meliputi salat duha berjamaah, membaca Asmaul Husna, dan membaca Surat Yasin.
Kegiatan keagamaan rutin ini dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin madrasah pada Rabu (15/10/2025) dan diikuti oleh seluruh siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembiasaan ini bertujuan agar nilai-nilai spiritual menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto menyampaikan bahwa pembiasaan ini adalah bagian penting dari kurikulum madrasah untuk menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus unggul dalam moral dan spiritual. "Kami ingin menjadikan siswa MIN 1 Gunungkidul sebagai insan yang senantiasa dekat dengan Allah SWT, berbekal ilmu agama dan akhlak yang baik sebelum memulai aktivitas belajar," ujarnya.
Pembiasaan salat duha berjamaah dipimpin oleh Novan Hariansyah yang membimbing para jamaah dengan khusyuk. Selain salat duha, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna dan Surat Yasin secara bersama-sama. Pelaksanaan salat duha secara rutin diyakini memiliki banyak keutamaan dan manfaat, antara lain; menjadi pembuka pintu rezeki dan kecukupan, pengganti sedekah seluruh persendian tubuh, wasilah pengampunan dosa, jaminan dibangunkan istana di Surga bagi yang istiqamah, mendapatkan pahala setara Haji dan Umroh bagi yang melanjutkannya setelah salat subuh berjamaah dan berzikir, serta dapat menyempurnakan kekurangan salat lima waktu dan menghadirkan ketenangan jiwa.
Dengan adanya pembiasaan positif ini, MIN 1 Gunungkidul berharap dapat mencetak peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan. (risdiy)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Putri HS