Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Kemampuan siswa dalam mengahadapi dunia nyata tidak hanya terukur pada bidang akademik saja. Keterampilan lunak atau soft skill juga diperlukan dalam kehidupan sehari hari. Dalam rangka membekali siswa madrasah dengan kemampuan sosial, Guru MIN 1 Gunungkidul, Widodo Raharjo, S.Pd.I., melakukan rintisan koperasi madrasah berbasis kelas pada Kamis (3/11/2022).
Langkah ini dimulai dengan belanja wajib sebesar Rp 1.000 yang dapat ditukar dengan satu kue basah buatan rumahan. Adapun pengelolaan kantin madrasah berbasis kelas ini, sepenuhnya dijalankan oleh siswa. Nantinya, pembagian keuntungan diberikan dengan porsi 50% untuk produsen, 10% untuk madrasah, 20% untuk pengelola kantin (siswa) dan 20% untuk distributor.
Widodo menyampaikan banyak manfaat yang diperoleh dengan adanya kantin madrasah berbasis kelas, diantaranya membekali soft skill, praktik pelajaran secara langsung (multi disiplin ilmu), mengembangkan kemandirian siswa, membantu ekonomi bersama hingga mengkampanyekan makanan sehat. Fadil, salah satu siswa kelas 4A berkomentar dengan adanya program ini, “Seru banget, kami bisa praktek banyak hal dari kegiatan ini,” ucapnya.
Fuatul Khakim, S.Pd.I. MSI, selaku Kepala MIN 1 Gunungkidul mengapresiasi inovasi yang dilakukan tersebut. “Apa yang dilakukan Pak Widodo Raharjo, S.Pd.I., tersebut merupakan terobosan yang kreatif sebagai bagian dari upaya pendidikan dan pembelajaran kepada siswa untuk mempunyai jiwa wirausaha dan enterpreneur. Upaya ini muncul tidak lepas dari naluri beliau sebagai seorang guru yang jeli memanfaatkan setiap peluang untuk dijadikan metode penyampaian pembelajaran. Hal ini harus terus diupayakan sampai esensi dari tujuan tersebut berhasil," pungkasnya.(fh/wid/fkn)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti