MIN 1 Gunungkidul Gelar Rapat Evaluasi MBG: Prioritaskan Kesehatan Siswa di Tengah Tantangan Distribusi

  Senin, 27 Oktober 2025    Bacakan Berita     9 
Foto MIN 1 Gunungkidul Gelar Rapat Evaluasi MBG: Prioritaskan Kesehatan Siswa di Tengah Tantangan Distribusi
Rapat internal guru dan tenaga kependidikan MIN 1 Gunungkidul pada Senin (27/10/2025) siang dalam rangka evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- MIN 1 Gunungkidul menyelenggarakan rapat evaluasi internal mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (27/10/2025) siang, seusai kegiatan pembelajaran berakhir. Rapat ini digelar untuk meninjau efektivitas program, khususnya terkait kesehatan siswa pasca pelaksanaannya, dan mengatasi kendala logistik yang muncul.

Fokus utama evaluasi adalah keterlambatan kedatangan MBG pada hari tersebut. Pada minggu sebelumnya, makanan bergizi telah tiba sekitar pukul 08.30 pagi, sehingga dapat dikonsumsi siswa tepat saat istirahat pertama. Namun, pada hari Senin, MBG baru tiba pukul 11.00 WIB, dengan batas maksimal konsumsi hanya satu jam sejak waktu kedatangan. Keterlambatan ini menghambat kegiatan pembelajaran karena waktu konsumsi menjadi tanggung antara istirahat kedua dan mepet dengan jam kepulangan siswa kelas bawah. Keterlambatan tersebut ditengarai oleh proses pembuatan dua jenis menu makanan khusus untuk siswa yang memiliki alergi tertentu. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan waktu tambahan untuk menyiapkan hidangan non-alergi yang berbeda sesuai dengan input data alergi siswa.

Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menekankan bahwa kesehatan murid adalah nomor satu. "Kesehatan murid sangat menentukan kegiatan belajar di madrasah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan dan pendampingan secara berkala untuk memastikan seluruh murid sehat ketika mengonsumsi MBG," tegas Risdiyanto. Ia menambahkan bahwa madrasah perlu melakukan evaluasi lebih lanjut terkait tingkat toleransi dan kevalidan data alergi siswa agar dapat meminimalisir keterlambatan MBG, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan optimal.

Dalam upaya menjaga kualitas dan keamanan, setiap harinya SPPG menyediakan satu porsi tambahan sebagai tester yang selama ini dikawal oleh penanggung jawab program MBG di MIN 1 Gunungkidul, yaitu Yuwanto, selaku guru PJOK.

Risdiyanto menutup rapat dengan harapan, "Semoga MBG di MIN 1 Gunungkidul senantiasa lancar dan dihindarkan dari hal-hal buruk yang dapat menimpa siswa, melalui kerja sama yang baik dengan SPPG serta kolaborasi tim guru dan tenaga kependidikan dalam proses distribusi, pengawalan, dan pendampingan program MBG," pungkasnya. (aky)

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul