Wonosari (MIMAMU) - Di masa pandemi Covid-19 ini, pembelajaran tatap muka secara langsung tidak dapat dilakukan. Hal ini membuat orang tua siswa merasa kesulitan mendampingi dan mengarahkan anak-anaknya dalam belajar. Anak juga sulit memahami materi pelajaran via online. Keadaan semacam ini membuat anak merasa jenuh dan bosan dalam menjalankan tugas belajar dari rumah, padahal untuk membuat pelajaran mudah untuk dipahami haruslah dengan suasana yang menyenangkan dan bermakna.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu usaha yang ditempuh oleh MI Ma’arif Mulo (MIMAMU) adalah pembekalan guru melalui pelatihan pembelajaran yang menyenangkan. Usaha MIMAMU ini sejalan dengan program galang madrasah mandiri berdikari yang diinisiasi oleh LAZIZ UNISIA Yogyakarta.
Kepala MI Ma’arif Mulo, Muh Suparyadi, sangat mengapresiasi pelatihan yang diadakan di MI Ma’arif Mulo ini. “Selama masa pandemi Covid-19 ini kami merasa kesulitan, bagaimana cara untuk dapat menyajikan pembelajaran yang baik kepada siswa. Kami berharap dengan pelatihan ini akan meminimalisir rasa jenuh siswa dalam melaksanakan belajar di rumahnya masing-masing. Terima kasih kepada LAZIZ UNISIA yang telah memfasilitasi kami,” ungkapnya.
Pelatihan ini diadakan Senin (31/8/2020), diikuti oleh semua guru dengan menghadirkan narasumber Nur Aeni Ariyanti yang merupakan tim Ahli Elsap Yogyakarta. Nur Aeni menjelaskan, untuk dapat melakukan pembelajaran yang menyenangkan perlu didukung oleh beberapa faktor, yaitu personil guru harus menjalin komunikasi lebih dekat dengan komunitas sekolah serta menguasai keterampilan dan kompetensinya, proses belajarnya menggunakan pendekatan pembelajaran menyenangkan, tempat belajar dapat menggunakan tempat terbuka dimana dapat disisipkan belajar sambil bermain. “Jika ketiga faktor tersebut saling mendukung, maka siswa akan menemukan kebermaknaan dari materi sehingga lebih mudah untuk memahami,” paparnya.
Dalam melaksanakan KBM selama masa pandemi ini, Nur Aeni menawarkan beberapa opsi diantaranya full online learning, semi daring, semi luring dengan berbasis BDR, dan jika keadaan sudah memungkinkan, dengan full offline learning, belajar mandiri maupun tatap muka di kelas. Sebagai alternatif pembelajaran, selain cara di atas dapat digunakan metode Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). “Metode ini merupakan pembelajaran yang menggunakan masalah nyata atau autentik yang tidak terstruktur dan bersifat nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis, sekaligus membangun pengetahuan baru,” imbuhnya.
“Untuk mewujudkan proses KBM yang optimal selama pandemi Covid-19, diharapkan kerja sama antara madrasah, wali siswa, komite termasuk masyarakat sekitar dapat terjalin secara maksimal,” pungkasnya. (muh)
Penulis : Andi Eko
Editor : Andi Eko