Gunungkidul (MAN 1 Gunungkidul) -- Sebagai bentuk persiapan madrasah menuju Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gunungkidul menyelenggarakan pembinaan awal bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di ruang aula pertemuan, Rabu (17/3/2021).
MAN 1 Gunungkidul ditunjuk sebagai salah satu madrasah pilot project pembangunan zona integritas menuju WBK-WBBM berdasarkan keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam No.15 Tahun 2021 bersama 11 madrasah lain di D.I. Yogyakarta.
Dalam acara ini, hadir Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotip, yang juga sebagai Ketua Pembangunan ZI menuju WBK-WBBM Kankemenag Gunungkidul. Mukotip memberikan gambaran umum dan teknis bagaimana sebuah lembaga sukses dalam WBK dan WBBM.
Mukotip menyampaikan, bahwa dalam pembangunan zona integritas disebuah instansi, setiap sumber daya manusia yang terlibat harus membiasakan diri melakukan tindakan yang sesuai ucapan dan berucap sesuai dengan tindakan, ini artinya setiap SDM harus sadar dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Setelah zona integritas terbentuk, langkah selanjutnya yaitu menuju WBK-WBBM. Dalam WBK-WBBM ini, ada dua unsur yang yang akan dilihat, yaitu indeks kepuasan masyarakat dan nilai indeks persepsi korupsi.
“Agar sukses dalam zona integritas WBK-WBBM, pelayanan lembaga dalam hal ini di MAN 1 Gunungkidul, bukan hanya dilakukan kepala madrasah, tapi juga harus diikuti semua komponen dari guru, TU, satpam dan tenaga kebersihan,” imbuhnya.
Kepala MAN 1 Gunungkidul, Kholis Muhajir, menyampaikan bahwa MAN 1 Gunungkidul bangga sekaligus tertantang dalam persiapan madrasah menuju Zona Integritas WBK-WBBM. Dirinya berharap kepada Mukotip untuk mendampingi dan membimbing MAN 1 Gunungkidul dalam menyiapkan 6 komponen yang harus dipenuhi dalam Zona Integritas WBK-WBBM. (awa)
Penulis : MAN 1 Gunungkidul
Editor : Siti Nurafrianti