Karangmojo (MTsN 8 Gunungkidul) -- Persiapan menghadapi madrasah adiwiyata nasional, MTsN 8 Gunungkidul selenggarakan Workshop Bedah Instrumen Adiwiyata untuk menghadapi kegiatan adiwiyata nasional tahun 2021. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Senin (05-07/12/2020) di Ruang pertemuan yang diikuti oleh segenap guru dan pegawai tidak kurang dari 40 orang. Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ibu Nurul Farida, Guru MIN 5 Gunungkidul yang telah malang melintang dalam pendampingan program adiwiyata madrasah di Gunungkidul baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
Bedah instrumen adiwiyata kali ini membahas tentang instrumen dan segala sesuatu yang harus dipersiapkan untuk menuju madrasah adiwiyata nasional. “Adiwiyata bukanlah sebuah perlombaan, melainkan ajang pembiasaan/pembentukan karakter agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Melalui bedah instrument ini diharapkan Tim Adiwiyata MTsN 8 Gunungkidul dapat melanjutkan estafet program adiwiyata untuk tahun ketiga menuju adiwiyata nasional,” tutur Hamid Abdul Basit, Kepala MTsN 8 Gunungkidul dalam sambutan pembukaan workshop.
Pandemi tidak menjadi kendala untuk terus maju dan berkembang. Ini telah ditunjukkan oleh GTK MTsN 8 Gunungkidul dalam mengikuti kegiatan workshop yang begitu antusias. Program yang digulirkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup ini dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga madrasah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga madrasah dapat ikut terlibat dalam kegiatan madrasah menuju lingkungan yang sehat. Dengan mengikuti program adiwiyata diharapkan madrasah dapat menjadi tempat yang nyaman bagi peserta didik, guru, dan seluruh warga madrasah untuk melakukan berbagai aktivitas. (mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Siti Nurafrianti