Menjawab Tantangan Zaman, MTsN 3 Gunungkidul Menggelar Worskshop Penyusunan Kurikulum

  Jumat, 24 Maret 2023    Bacakan Berita     105 
Foto Menjawab Tantangan Zaman, MTsN 3 Gunungkidul Menggelar Worskshop Penyusunan Kurikulum

Semanu (MTsN 3 Gunungkidul) -- Ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya senantiasa berkembang dan maju mengikuti perkembangan zaman dan pemikiran masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menyebabkan perkembangan kehidupan manusia. Perkembangan ini juga menyebabkan terjadinya perubahan tujuan pendidikan, sehingga perubahan dan penyesuaian kurikulum menjadi perlu.

Menjawab tuntutan zaman, MTs Negeri 3 berupaya untuk melakukan pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh MTsN 3 Gunungkidul guna memperbaiki Kurikulum tingkat Madrasah.  Sebagai langkah awal penyusunan kurikulum tahun pelajaran 2023/2024, MTsN 3 Gunungkidul menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Tahun Pelajaran 2023/2024 pada Senin (20/3/2023). Sedikitnya hadir 45 orang dalam acara tersebut. Selain guru dan tenaga kependidikan, hadir pengawas Madrasah, ketua komite dan juga perwakilan siswa.

Hadir sebagai narasumber iscoyo, S.Pd dengan materi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Harapannya, seluruh stakeholder madrasah dapat menambah wawasan tentang IKM. Karena pada tahun ajaran yang akan datang MTsN 3 Gunungkidul akan melaksanakan kurikulum merdeka. “Sesuai SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1443 Tahun 2023, Madrasah kita ditunjuk sebagai pelaksana Kurilum Merdeka. Jadi pada  tahun ajaran depan kita akan melaksanakan dua kurikulum, yaitu K-13 untuk kelas 8, 9 dan Kurikulum Merdeka untuk kelas 7," ujar Drs. Dwinabut selaku kepala madrasah.

Sesi penjaringan aspirasi juga menjadi agenda yang urgen pada workshop teersebut. Madrasah ingin mengetahui harapan dan tuntutan layanan pendidikan yang diinginkan oleh masyarakat. Melalui diskusi yang dipimpin oleh Waka Urusan Kurikulum, Edi Sutanto, peserta worshop diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan kritik terhadap kurikulum saat ini, dan harapan untuk kurikulum yang akan datang. “Sebagai wakil dari siswa saya akan menyampaikan beberapa pendapat, yang pertama adalah kurangnya jam pelajaran Bahasa Jawa yang hanya satu jam, untuk itu jika memungkinkan perlu ditambah menjadi dua jam pelajaran.  Yang kedua mengenai tingkat kedisiplinan siswa dan pengolahan sampah. Pengurus OSIS siap membantu untuk mengkodisikan hal tersebut. Terakhir tentang kami mohon agar ekstra kurikuler segera dimulai, mengingat pentingnya nguri-nguri budaya," ujar Deswita, ketua OSIS.

Selain itu,  Abu Dardak, ketua komite juga mengungkapkan uneg-uneg yang sejak lama ingin disampaikan. Beliau menyampaikan bahwa Gunungkidul adalah daerah wisata. Madrasah perlu menggali potensi masyarakat sekitar, dan juga sumber daya alam yang melimpah. “Di Semanu terdapat pengrajin sangkar burung, juga pengrajin batu alam. Mengapa kita tidak membekali siswa kita untuk mempelajarinya, saya yakin anak-anak punya potensi, karena mereka itu inovatif dan kreatif.  Selain itu, bidang kuliner juga sangat cocok untuk dikembangkan. Siswa juga bisa dilatih dalam bidang tersebut," Abu Dardak menuturkan. (sws/ksn)

Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul