Semanu (MTsN 3 Gunungkidul) — Memahami kondisi geografis lingkungan tempat tinggal merupakan langkah awal dalam membangun ketangguhan terhadap bencana. Berangkat dari kesadaran tersebut, MTsN 3 Gunungkidul menyelenggarakan sosialisasi edukatif bertajuk “Siaga Sejak Dini” sebagai upaya memberikan pemahaman mendalam kepada siswa dan guru terkait ancaman serta mitigasi gempa bumi yang bersumber dari Sesar Opak.
Secara geografis, wilayah Kabupaten Gunungkidul berada relatif dekat dengan jalur Sesar Opak. Jalur patahan aktif ini membentang mengikuti aliran Sungai Opak, mulai dari muara di Samudra Hindia hingga ke daratan di sisi timur Kabupaten Bantul, dan berbatasan langsung dengan wilayah barat Gunungkidul.
Sesar Opak bukan sekadar garis pada peta, melainkan struktur geologi aktif yang memiliki sejarah panjang dalam memicu aktivitas seismik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu peristiwa paling membekas adalah gempa bumi tektonik tahun 2006 yang mengakibatkan kerusakan masif di kawasan sekitar jalur patahan tersebut.
Kepala MTsN 3 Gunungkidul, Sulaiman menegaskan bahwa posisi madrasah yang berada di wilayah rawan bencana menuntut seluruh warga madrasah untuk memiliki budaya sadar bencana.
“Kita tidak perlu takut secara berlebihan, namun harus selalu waspada. Dengan mengenal karakteristik Sesar Opak, siswa akan memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi guncangan, sehingga tidak panik dan dapat menyelamatkan diri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, siswa MTsN 3 Gunungkidul diharapkan tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang tangguh, sadar risiko, dan siap menghadapi tantangan alam di lingkungan tempat tinggalnya. (kho)
Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3
Editor : Putri HS