Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Terpilihnya MIN 1 Gunungkidul sebagai calon sekolah adiwiyata tingkat kabupaten tahun 2022 dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa dan warga madrasah. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari bimbingan dari Dinas Lingkungan Hidup, Rapat Koordinasi hingga pembentukan Tim Sukses Adiwiyata. Dalam rangka mematangkan program adiwiyata, MIN 1 Gunungkidul mengadakan program pendampingan dan penguatan di ruang Aula, Sabtu (19/3/2022).
Bertindak sebagai narasumber, Guru MIN 5 Gunungkidul, Nurul Farida, S.Pd.I. Pemilihan Nurul sebagai pembicara, berdasarkan pengalaman suksesnya dalam mengawal program adiwiyata di beberapa sekolah, yaitu MIN 10 Gunungkidul, MIN 5 Gunungkidul dan MTsN 8 Gunungkidul.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, dalam sambutannya menyampaikan dua hal terkait Adiwiyata. "Pertama, program adiwiyata adalah sebuah budaya, perilaku dan karakter. Kedua, borang dan instrumen masuk dalam wilayah penilaian, sehingga meski tidak secara langsung, program ini memiliki nuansa seperti lomba," ucapnya.
Dalam pemaparannya, Nurul Farida memberikan tips langkah sukses program sekolah adiwiyata. "Pertama, buat SK Tim Adiwiyata. Selanjutnya, lihat EDM dan sesuaikan dengan perencanaan yang akan dilakukan," terangnya. Rencana kegiatan dibagi menjadi tiga, yaitu jangka pendek, menengah dan panjang. Nurul menambahkan, setelah pembentukan tim, dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu tim administrasi dan tim fisik, sehingga setiap warga madrasah memiliki tugas yang spesifik untuk bertanggungjawab pada administrasi kegiatan dan pelaksanaan kegiatan fisik itu sendiri. (fad/aky/fh)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Andi Eko