Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Wudhu adalah salah satu syarat sahnya ibadah salat, ketidaksempurnaan wudhu berpengaruh juga pada kesempurnaan salat itu sendiri. Bahkan karena wudhu merupakan syarat sahnya salat, maka ketika wudhu seseorang tidak memenuhi syarat, maka salatnya juga tidak memenuhi syarat alias tidak sah. Menyadari kedudukan wudhu yang begitu fundamental bagi setiap muslim, maka guru PAI MIN 1 Gunungkidul mengadakan evaluasi penguasaan teknik berwudu melalui kegiatan praktik wudhu.
Terjadwal untuk kegiatan praktik wudhu kali ini adalah untuk kelas IA. Kegiatan praktik wudhu dilaksanakan pada hari Rabu (22/2/2023) dibimbing guru PAI MIN 1 Gunungkidul, Mohamad Akyas, SH., didampingi wali kelas IA, Jamiyatun, S.Pd.I. Praktek wudhu kali ini dengan menggunakan metode penilaian teman sejawat, dimana siswa saling menilai satu dengan lainya. Metode ini digunakan sebab mempunyai makna ganda, makna pertama, mengajari siswa untuk mencermati kekuranganya masing-masing, sekaligus sebagai evaluasi dirinya jika masih ada yang salah sehingga bisa diperbaiki. Makna yang ke dua adalah melatih siswa untuk berani melakukan penilaian antar siswa, berani mengoreksi dan berlapang dada juga ketika dikoreksi.
Menanggapi hal ini, Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, S.Pd.I., MSI. menyatakan kegembiraanya atas kegiatan ini. Fuatul menyatakan bahwa sudah sewajarnya sebagai sekolah yang berbasis agama maka inovasi dan kreasi dalam upaya menanamkan pengetahuan keagaamaan kepada siswa harus terus diupayakan sampai betul-betul dikuasai dan dapat dipertanggungjawabkan. Visi Besar MIN 1 Gunungkidul yaitu Madrasah Qur'ani yang salah satu indikatornya adalah siswa bisa dan terbiasa berwudhu dengan benar adalah sebuah harapan yang harus dapat diwujudkan, apalagi hal itu menyangkut wudhu, satu hal yang merupakan syarat sahnya sholat. "Wudhu mempunyai kedudukan sangat fundamental bagi pelaksanaan salat, maka sudah sewajarnya jika mendapat perhatian dan bimbingan yang serius," kata Fuatul. Wudhu juga akan menjadi bekal siswa sepanjang hidupnya karena setiap orang yang salat pasti akan berwudhu terlebih dahulu. "Semoga ini menjadi motivasi bagi guru untuk terus melakukan pembimbingan, dan semoga menjadi amal jariyah bagi para guru, Amiin," demikian Fuatul mengakhiri pernyataanya. (fh/fkn)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti