Saptosari (MIN 10 Gunungkidul) – MIN 10 Gunungkidul melaksanakan kegiatan Finalisasi Kurikulum untuk Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula madrasah setempat pada Jumat, (8/82025), dan dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, komite madrasah, serta pengawas madrasah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis madrasah dalam menyelaraskan arah kebijakan pendidikan dengan ketentuan nasional, khususnya dalam menerapkan Kurikulum Cinta, kurikulum baru yang diperkenalkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala MIN 10 Gunungkidul, Fitri Anas Sholikhin, menjelaskan bahwa finalisasi kurikulum ini bertujuan untuk mengintegrasikan visi dan misi madrasah dengan semangat yang diusung oleh Kurikulum Cinta. “Cinta merupakan akronim dari Cerdas, Inklusif, Nasionalis, Tangguh, dan Adaptif. Kurikulum ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia pendidikan masa kini, dengan menekankan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa,” ujarnya.
Zuhari Harsyah, sebagai narasumber utama, memaparkan bahwa penyusunan kurikulum untuk Tahun Ajaran 2025/2026 mempertimbangkan sejumlah aspek penting, seperti karakter sosial dan psikologis peserta didik, kerja sama dengan berbagai lembaga, kebutuhan ekstrakurikuler, prinsip Kurikulum Merdeka, serta penerjemahan visi dan misi madrasah ke dalam proses pembelajaran. “Kurikulum ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi sarana transformasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman,” jelasnya.
Penulis : MIN 10 Gunungkidul
Editor : Putri HS