KUA Ponjong Ikuti Pengajian Instansi se-Kapanewon Ponjong Putaran ke-115

  Jumat, 21 Februari 2025    Bacakan Berita     65 
Foto KUA Ponjong Ikuti Pengajian Instansi se-Kapanewon Ponjong Putaran ke-115

Ponjong  (KUA Ponjong) - KUA Ponjong mengikuti Pengajian Dinas, Instansi, dan Perangkat Kalurahan se-Kapanewon Ponjong yang diselenggarakan di Balai Desa Sawahan, Jum'at (21/2/2025). Acara ini menghadirkan KH Thohari, pengasuh Pondok Pesantren Al Quranyy, Ngunut, Playen, sebagai pembicara.

Dalam ceramahnya, KH. Thohari menyampaikan enam poin penting yang menjadi renungan bagi para hadirin. “Ilmu adalah petunjuk bagi amal. Tanpa ilmu, seseorang tidak akan mampu beramal dengan baik dan benar. Ilmu menjadi dasar dalam menentukan apakah suatu amal benar atau tidak. Oleh karena itu, kita harus terus belajar dan meningkatkan ilmu agar amal yang dilakukan semakin sempurna,” terang Thohari.

Selanjutnya, kata Thohari, tidak mungkin amal melebihi ilmu, sehingga agar amalnya lengkap, maka ilmu yang kita miliki harus lengkap, sehingga kita tidak boleh behenti untuk belajar.  

Poin ketiga, pemahaman menjadi wadah bagi ilmu. Menurutnya, banyak orang yang memiliki ilmu tetapi tidak memahami esensinya. Hal ini sering terjadi dikalangan umat Islam, dimana seseorang mengetahui suatu ajaran tetapi tidak menghayati maknanya secara mendalam. Akal yang sehat akan menuntun seseorang kepada kebenaran. Orang yang menggunakan akalnya dengan baik tidak akan mudah terjerumus dalam perbuatan negatif. Dengan akal yang sehat, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Keempat, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Banyak ibadah dalam Islam yang dilakukan secara berjemaah, seperti salat Jum'at dan haji. Oleh karena itu, kebersamaan dan saling tolong-menolong menjadi kunci dalam kehidupan bermasyarakat.

Kelima, hawa nafsu sering kali menjadi kendaraan empuk untuk berbuat dosa. Seseorang yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya akan mudah tergoda melakukan perbuatan yang dilarang. Oleh karena itu, KH Thohari mengajak para hadirin untuk senantiasa menjaga diri dan mengendalikan hawa nafsu agar tetap berada di jalan yang benar.

Terakhir, kekayaan sering kali menjadi alat bagi orang yang memiliki sifat takabur. Dunia ini diibaratkan sebagai pasar akhirat, dimana Allah akan membeli semua amalan baik seseorang dengan surga. Oleh sebab itu, umat Islam diajak untuk mengumpulkan sebanyak mungkin amal kebaikan agar kelak mendapat balasan yang terbaik di akhirat.

Pengajian ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan bagi para peserta, serta memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya ilmu, akal sehat, kebersamaan, dan pengendalian hawa nafsu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penulis : KUA Ponjong

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul