Patuk (KUA Patuk) - Pengajian Instansi dan Pamong Kalurahan se-Kapanewon Patuk Putaran ke-11 Pasca Covid-19 digelar pada Kamis (11/1/2024) di Balai Kalurahan Beji Kapanewon Patuk.
Acara yang diikuti perwakilan dari seluruh dinas/instansi dan kalurahan se-Kapanewon Patuk ini berjalan dengan khidmat. Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Lurah Beji, Arif Wahyu Saputra mengungkapkan perasaan bahagianya ketika kegiatan religius ini dapat dilaksanakan diwilayahnya. “Atas nama panitia penyelenggara, saya mengucapkan terima kasih atas kerawuhan panjenengan sedoyo dan mohon maaf atas segala kekurangan sarana prasarana dalam menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.
Mewakili Panewu Kapanewon Patuk, Widyawati menyampaikan agar kegiatan ini tetap istiqamah sebagai media untuk silaturahmi dan peningkatan iman takwa ditengah kesibukan dalam mengabdi pada bangsa dan negara.
Hadir sebagai pembicara H. Ahmad Munir S.H.I., dai muda yang sudah familiar sekaligus salah satu Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul di KUA Paliyan. Dalam uraiannya, Gus Munir sapaan akrabnya, mengajak kepada kita semua untuk “bahagia” dalam menjalani aktivitas kehidupan, baik di lingkungan tempat kerja, masyarakat dan khususnya keluarga. Ukuran kebahagiaan adalah ketika kita dapat melakukan sebuah kebaikan kepada siapa saja dan dimana saja. Sebaliknya, perasaan was-was dan cemas adalah ketika kita bergumul dalam perbuatan-perbuatan culas.
Lebih lanjut disampaikan lima tanda kebahagiaan menurut Syekh Syaqiq Al-Balkhi, yaitu pertama Layyinul qalbi atau memiliki hati yang lembut. Kedua, banyak menangis di hadapan Allah khususnya setelah salat pada sepertiga malam akhir.
Ketiga, zuhud terhadap dunia. Dalam hal ini ada tiga tingkatan, yaitu meninggalkan hal yang dilarang syariat, meninggalkan sikap berlebihan terhadap barang dan hal yang halal serta mampu meninggalkan segala sesuatu yang dapat melupakannya pada Allah SWT. Keempat, tidak terlalu banyak lamunan dan angan-angan. Kelima, banyak memiliki rasa malu, malu ketika akan melakukan kemaksiatan, bukan malu untuk menjalankan ketaatan.
Terpisah, Kepala KUA Patuk, Wahyu Endardi, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan positif KUA Patuk dengan Lintas Sektoral Kapanewon Patuk yang sudah berjalan, salah satunya Pengajian Instansi dan Pamong Kalurahan ini akan kita kawal dan lanjutkan, sembari kita berinovasi untuk menemukan program baru yang maslahah juga. Kita gunakan salah satu kaidah al-muhaafadhatu 'alal qadimisshaalih wal akhdzu bil jadiidil ashlah,” ucapnya. (why)
Penulis : KUA Patuk
Editor : Andi Eko