Gedangsari (KUA Gedangsari) – KUA Gedangsari bekerja sama dengan SMP Negeri 3 Gedangsari mengadakan Parenting pada Kamis (18/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing remaja melalui orang tua wali, khususnya remaja sekolah tingkat SMP kelas 7, 8 dan 9 agar memiliki karakter dan budi pekerti yang baik serta akidah yang baik, pencegahan secara preventif pernikahan dini, kenakalan dan kekerasan remaja yang saat ini membutuhkan penanganan dan perhatian secara khusus dan maksimal, dan membantu mereka mengatasi masalah remaja.
Program yang dikemas dengan tema “Mengenal Remaja di Era Digital untuk Membangun Karakter dan Akhlaq Gen Z” ini juga bertujuan untuk membatasi agar remaja dapat mengenali potensi diri, santun dalam bersikap, membuat keputusan yang tepat, serta menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba, merokok, pergaulan bebas, dan bullying serta pembatasan dan bijak dalam menggunakan medsos.
Penghulu KUA Gedangsari Rahmat Wahid Saifuddin S.Ag memberikan materi tentang remaja yang sehat adalah remaja yang sehat secara fisik dan mental, yang ditandai dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan mental, dan memiliki hubungan sosial yang baik.
"Untuk ini orang tua agar selalu memantau setiap kegiatan anak, Untuk menjadi sehat, remaja perlu berolahraga teratur, makan makanan bergizi seimbang, tidur cukup, dan menjaga kesehatan menjaga keselamatan, menggunakan medsos secara bijak, dan menjalin hubungan yang sehat dengan keluarga dan teman juga merupakan aspek penting dari kesehatan remaja," ungkap Rahmat.
Sementara Penyuluh Agama Islam Sukasdi S.Ag MSI yang memberikan materi tentang Mengelola Emosi berpesan agar remaja menjadi keren tanpa temperamental dan dapat beradatasi dengan situasi yang baik, dapat berperan di sosial masyarakat. "Ada tiga hal yang diperhatikan oleh para remaja berkaitan dengan mengenal diri. Pertama Introvert, kedua Ekstrovert dan ketiga Ambivert. Ini untuk menentukan kebijakan dan cita-cita kedepan," kata Kasdi.
"Peran orangtua sangat diperlukan terhadap anak-anak kita. Banyak remaja yang masa depannya berantakan dan hancur karena pengambilan keputusan tidak bijak dan tidak tepat, sehingga cita-cita yang diimpikan harus kandas. Ini menjadi perhatian yang serius bagi orangtua untuk remaja. Harapan merupakan idealisme, keinginan atau cita-cita. Harapan juga merupakan tujuan dari proses pembentukan jati diri seseorang," imbuhnya. (mrd)
Penulis : KUA Gedangsari
Editor : Andi Eko