Gunungkidul (MIN 8 Gunungkidul) -- Pandemi Covid-19 melumpuhkan segala aspek kehidupan, salah satunya dunia pendidikan. Dampak tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka diganti dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Setelah dua minggu pembelajaran tahun ajaran baru dimulai, MIN 8 Gunungkidul mengadakan rapat evaluasi tahap awal sitem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Senin (27/7/2020).
Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul. Laily Fauziah, selaku Kepala MIN 8 Gunungkidul menekankan bahwa selama masa darurat Covid-19 prinsip dunia pendidikan mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Setiap kegiatan wajib mempertimbangkan kesehatan warga madrasah baik secara fisik maupun psikis.
Selain itu, Laily mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran bukan untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar kurikulum semata, namun lebih menitikberatkan pada pendidikan karakter dan praktek ibadah. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran harus melibatkan siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Siswa diarahkan untuk menggali informasi pembelajaran dari sumber yang ada di sekitar dan mudah didapatkan.
“Sistem pembelajaran selama masa darurat ini belum mencapai finalnya. Berbagai cara terus dicoba dan diupayakan hingga menemukan formula pembelajaran yang tepat,” ungkap Laily. (tna)
Tetap sehat dan semangat
#Melawan Covid 19
Penulis : MIN Semanu/MIN 8
Editor : Siti Nurafrianti