Ponjong (MIN 11 Gunungkidul) — Dalam rangka menanamkan nilai kedisiplinan dan kekhusyukan dalam beribadah, Kepala MIN 11 Gunungkidul, Ngatman, memberikan pembinaan langsung kepada murid yang kedapatan kurang tertib saat melaksanakan salat berjamaah di madrasah. Senin, (2/2/2026).
Pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang mendidik dan membangun. Murid yang diketahui melaksanakan salat sambil bermain diminta maju ke depan untuk menyebutkan nama dan kelas, kemudian menyampaikan janji secara lisan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut serta berkomitmen melaksanakan salat dengan lebih tertib dan khusyuk.
Ngatman menegaskan bahwa pembinaan ini tidak dimaksudkan untuk mempermalukan murid, melainkan sebagai bagian dari pendidikan karakter agar murid memahami pentingnya adab dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah, khususnya salat berjamaah.
“Salat adalah ibadah utama yang harus dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. Melalui pembinaan seperti ini, kami berharap murid mampu bertanggung jawab atas sikapnya dan semakin sadar akan pentingnya menghormati ibadah,” tuturnya.
Langkah pembinaan tersebut mendapat respons positif dari para guru karena dinilai efektif menumbuhkan kesadaran murid tanpa penerapan hukuman fisik. Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, madrasah berharap pelaksanaan salat berjamaah dapat berlangsung lebih tertib, khusyuk, dan bermakna.
Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya MIN 11 Gunungkidul dalam membentuk karakter murid yang religius, disiplin, dan bertanggung jawab. (NP)
Penulis : MIN Ponjong/MIN 11
Editor : Putri HS