Semin (KUA Semin) - Kepala KUA Semin M Saefulloh bersama Penyuluh Agama Sukasdi SAg MSi mengikuti kegiatan evaluasi penurunan stunting tingkat Kapanewon Semin, Senin (28/11/2022) bertempat di Aula Kapanewon Semin. Hadir Kader Keluarga Bidan, Kader KB, Kamituwo dari sepuluh kalurahan, koordinatur penyuluh pertanian, koordinator Puskeswan, Polsek, Danramil Semin, serta PKK Semin.
Dalam pengarahannya, Panewu Semin Haryanto SE menjelaskan kegiatan ini sangat penting untuk mendukung program penurunan stunting dari berbagai instansi sehingga diperlukan sinergisitas program untuk penurunan stunting yang masih tinggi di wilayah Semin. Haryanto menambahkan, diperlukan gizi yang cukup bagi bumil dan layanan kesehatan serta dari pola asuh dan sanitasinya.
Presentasi Kordinator PKB Semin, Dra. Lily Eryani, menerangkan penyebab stunting ada empat, yaitu PUS terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran dan terlalu banyak anaknya. Stunting di Pundungsari dan Bulurejo disebabkan tidak memiliki jamban yang layak dan tidak memiliki sumber air minum yang layak. Pendampingan TPK kader kesehatan dan KB pada verval tingkat Kapanewon Semin sebatas layanan KIE. Verval tingkat Kabupaten Gunungkidul yang berisiko stunting ada 635, yang tidak berisiko stunting 1.966. Tingkat kabupaten yang berisiko di Kapanewon Karangmojo dan Semanu serta Saptosari. Yang terendah Kapanewon Panggang, Patuk dan Purwosari.
Progres pendampingan TPK data per Oktober, dari sepuluh kalurahan yang ada, calon pengantin yang mendaftar belum semua mengakses elsimil dan mengisi kuesioner, baru 60 persen. Bagi catin, sebanyak 139 berisiko, lebih dari 50 persen dari yang mendaftar 232 catin. Catin yang berisiko dan sudah didampingi TPK ada 87 persen. Pendampingan ibu hamil melalui geogle form dan hasilnya diupload ada 176 ibu hamil dan tidak semua bumil didampingi karena keterbatasan TPK. Kesimpulannya, masih tinggi stunting di Kapanewon Semin sebab masih tingginya pernikahan dini, kurang minum ASI, masih 4 T, kurang kesehatan jamban dan sanitasi,belum maksimalnya pendampingan keluarga dan pengantin harus mengisi elsimil sehingga keluar sertifikat.
Kepala KUA Semin mengatakan KUA Semin selalu hadir untuk sinergisitas program dalam mendukung program Presiden untuk penurunan stunting di wilayah Indonesia dan khususnya Kapanewon Semin. (msa)
Penulis : KUA Semin
Editor : Andi Eko