Gedangsari (KUA Gedangsari) - Kepala KUA Gedangsari Kardimin SH, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, menghadiri sekaligus sebagai narasumber Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gunungkidul di pendopo Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari pada Kamis (15/8/2024).
Hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul Asty Wijayanti dan jajaran, Kapolres Gunungkidul AKBP Ary Murtini S.I.K M.Si, Forkompimkap Gedangsari, Lurah se-Kapanewon Gedangsari dan jajaran perangkat kalurahan, Dukuh se-Kalurahan Hargomulyo beserta istri, sejumlah tokoh masyarakat Kalurahan Hargomulyo serta masyarakat Kalurahan Hargomulyo.
Dalam sambutannya, Panewu Gedangsari Eko Krisdiyanto SE mewakili warga masyarakat menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah pernikahan dini, sambil tetap mempertahankan adat istiadat dan tradisi ditengah era teknologi yang terus berkembang.
Narasumber dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti menerangkan pihaknya menggelar wayang cakruk bertema "Restorasi Sosial: Ojo Kesusu Rabi" untuk mencegah pernikahan dini di wilayah Gedangsari dan Gunungkidul pada umumnya.
"Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar pernikahan dini dapat dicegah," kata Asti. Ia mengatakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini ini dikemas melalui pagelaran wayang cakruk bersama dalang Ki Sumarno dan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan pernikahan dini.
"Harapannya, sosialisasi melalui pertunjukan kesenian tradisional ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan tuntunan kepada masyarakat," imbuhnya.
Kepala KUA Gedangsari Kardimin sebagai narasumber kedua mengungkapkan kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan agar masyarakat mengetahui dan memahami pentingnya pencegahan pernikahan dini. "Kami dari Kementerian Agama melalui KUA terus megoptimalkan pencegahan pernikahan dini. Ada program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang kami sosialisasikan di sekolah," ungkap Kardimin (mrd)
Penulis : KUA Gedangsari
Editor : Andi Eko