Kepala Kemenag Sampaikan Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2023 di Kabupaten Gunungkidul

  Rabu, 18 Oktober 2023    Bacakan Berita     417 
Foto Kepala Kemenag Sampaikan Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2023 di Kabupaten Gunungkidul

Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri tahun 2023 dilaksanakan secara kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan ormas keagamaan dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul sebagai motornya. 

Selain itu, beberapa agenda juga direncanakan dengan menggandeng generasi muda dan tokoh agama yang ada di Gunungkidul, terutama untuk kegiatan Gebyar Seni Kerukunan dan Jalan Sehat Kerukunan.

Hal ini disampaikan Kepala Kemenag Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni MA di Wonosari, Selasa (17/10/2023). Sa’ban menjelaskan ada sembilan agenda dalam rangka menguatkan tema Hari Santri tahun 2023 “Jihad Santri Jayakan Negeri”. 

Pertama, Jambore Santri yang diikuti oleh siswa madrasah dan sekolah yang berada dinaungan Lembaga Pendidikan Ma'arif pada 28-30 September 2023. “Alhamdulillah sudah berjalan. Ini merupakan penguatan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme sekaligus nilai akidah ahlussunnah wal jamaah,” ungkapnya.

Kedua, Musabaqah Qiraatil Kutub Pelajar (Pegon), Minggu (8/10/2023) di Ponpes Al Mumtaz Patuk. Ketiga, Apel Merah Putih pada Minggu (1/10/2023) di Lapangan Goa Pindul Karangmojo. Apel ini untuk menguatkan dan terus menjaga semangat dalam memberikan layanan kepada masyarakat. 

Keempat, Maulid Agung Nabi Muhammad SAW yang akan diadakan pada Jum’at malam (20/10/2023) di Lapangan Kesatrian Wonosari. “Ini nilai-nilai yang harus dikuatkan terus karena Kanjeng Nabi inilah yang menjadi penuntun kita, suri teladan kita, maka dengan bersholawat, artinya kita terus-menerus memupuk kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi. Kalau sudah cinta, maka kemudian ada keinginan yang kuat untuk mencontoh yang kita cintai. Kalau sudah ada keinginan kuat, insyaAllah segala perilaku kita akan dipandu atau akan menuju ke perilaku Kanjeng Nabi yang sudah jelas berakhlakul karimah,” tutur Sa’ban.

Kelima, Tirakatan dengan membaca Sholawat Nariyah di Aula PCNU Gunungkidul, Sabtu malam (21/10/2023). “Ini menjadi wasilah untuk kita memohon kepada Allah agar dengan lantaran bacaan Sholawat Nariyah, negeri kita menjadi aman, damai, warganya rukun, selalu saling menghormati dan saling menghargai,” ujarnya.

Keenam, Upacara Bendera Hari Santri yang akan diselenggarakan di Lapangan Kesatrian Wonosari, Minggu pagi (22/10/2023). Sa’ban menjelaskan bahwa inilah bentuk puncak dari Hari Santri. “Upacara tanggal 22 Oktober ini menjadi momentum yang sangat bagus untuk meningkatkan peran santri dalam membangun nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai kebangsaan dan cinta kepada tanah air, karena cinta kepada tanah air sebagian dari iman. Hubbul wathan minal iman,” terang Sa’ban.

Ketujuh, Gebyar Seni Kerukunan dengan tema “Membangun Kerukunan” yang diikuti oleh seluruh agama yang ada di Gunungkidul. Kegiatan ini direncanakan pada Senin malam (23/10/2023), di Alun-alun Wonosari dengan melibatkan para santri dan generasi muda dari berbagai agama yang ada di Gunungkidul. “Generasi mudanya bersama-sama menyatu dalam kemasan budaya dan seni,” imbuhnya.

Kedelapan, Jalan Sehat Kerukunan pada Jum’at pagi (3/11/2023) di Lapangan Kesatrian Wonosari. Kesembilan, Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) pada 14-17 November 2023 di Gedung Kesenian Wonosari. Kegiatan ini berupa kompetisi antarpesantren dalam hal seni dan olahraga. 

“Semoga rangkaian kegiatan ini menjadi modal bagi kejayaan negeri ini. Tema Hari Santri adalah Jihad Santri Jayakan Negeri. Semoga upaya yang dilakukan betul-betul menjadi media untuk menjayakan negeri kita tercinta Indonesia. Selamat menyongsong Hari Santri di tahun 2023,” pungkas Sa’ban.

Penulis : Andi Eko

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul