Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni,MA., menjelaskan seorang pimpinan harus siap dengan menejemen resiko atau menghindari conflict of interest. Hal ini disampaikannya saat Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) di Lantai Dasar Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, Senin (7/2/2022).
Sa’ban juga menyampaikan sebagai pimpinan harus memperhatikan rumus 5W+1H serta prinsip manajemen organisasi. “Pimpinan akan dimintai pertanggung jawaban, maka mohon kejelasan terkait tugas-tugas yang diemban,” ujarnya.
Pada kesempatan ini Sa’ban juga kembali menjelaskan tagline baru dari Kemenag Gunungkidul, yakni SUMRINGAH. SU untuk Senyum, M untuk Moderat, R untuk Religius, I untuk Integritas, NG untuk Ngayomi, A untuk Akuntabel dan H untuk Harmonis. “Selanjutnya ada tagline untuk penguatan layanan yaitu tetep sumringah ojo gawe susah, jadi walaupun kita sedang ada masalah pribadi kita tetap harus sumringah dan jangan buat susah orang yang kita layani,” imbuhnya.
Selain tetep sumringah ojo gawe susah, masih ada tagline lain yang berhubungan dengan akuntabilitas yakni, ben slamet ojo ngunthet dan untuk tagline layanan Kemenag Gunungkidul membuat slogan ‘Pemberian mu Musibahku’.
“Semoga semangat ini betul-betul membawa Kemenag Gunungkidul di penilaian WBK besok ini lolos,” pungkasnya.
Selain arahan dari Kepala Kantor pada Rapimleng ini juga disampaikan beberapa informasi dinas. Kegiata ini diikuti oleh Kasubag, Kasi dan Penyelenggara, Kepala KUA se Gunungkidul dan Kepala MIN, MTsN dan MAN se-Gunungkidul. (sna)
Penulis : Siti Nurafrianti
Editor : Andi Eko