Kepala Kemenag Gunungkidul Sampaikan Lima Bukan Moderasi Beragama

  Kamis, 22 September 2022    Bacakan Berita     202 
Foto Kepala Kemenag Gunungkidul Sampaikan Lima Bukan Moderasi Beragama

Karangmojo (Kemenag Gunungkidul) – Moderasi beragama bukan ditujukan hanya untuk satu agama tertentu, ekstrimisme ada dalam semua agama. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA saat menjadi narasumber pada Workshop Moderasi Beragama yang diselenggarakan MTsN 8 Gunungkidul di madrasah setempat, Kamis (22/9/2022).

Sa’ban melanjutkan, moderasi beragama bukan mengajak mencampuraduk ajaran agama, melainkan menghargai keragaman agama dan tafsir kebenaran ajaran agama, serta tidak terjebak pada ekstremisme, intoleransi dan kekerasan. “Moderasi beragama bukan moderasi agama, yang dimoderasi adalah pemahaman dan pengamalan umat beragama. Moderasi beragama bukan upaya menjauhkan umat dari ajaran agamanya, justru menginternalisasi nilai-nilai esensial agama agar menjadi landasan spiritual, moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," paparnya.

Sa’ban menambahkan, moderasi beragama bukan antitesa radikalisme. “Lawan moderasi adalah ekstrem atau berlebihan, baik ekstrem kiri (ultra-liberal) maupun ekstrem kanan (ultra-konservatif),” katanya dihadapan peserta yang merupakan guru dan tenaga kependidikan di MTsN 8 Gunungkidul.

Sebelumnya, Kepala MTsN 8 Gunungkidul, Hamid Abdul Basit S.Ag. MSI, menjelaskan Workshop Moderasi Beragama ini diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang moderasi beragama. “Harapannya, kedepan semakin memahami moderasi beragama dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (and)

Penulis : Andi Eko

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul