Kepala Kemenag Gunungkidul Hadiri Jempolan Wakaf KUA Wonosari

  Kamis, 15 September 2022    Bacakan Berita     246 
Foto Kepala Kemenag Gunungkidul Hadiri Jempolan Wakaf KUA Wonosari

Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Salah satu inovasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, yaitu Jemput Bola Layanan Wakaf atau dikenal dengan sebutan Jempolan Wakaf, kian diminati masyarakat. 

Terbukti, KUA Wonosari telah melayani 22 ikrar wakaf pada tahun 2022 ini, salah satunya wakaf dari Lilis Kurniawati yang mewakafkan sebidang tanah seluas 117 meter persegi, berlokasi di Siraman Wonosari. Ikrar wakaf dilaksanakan di lokasi tanah wakaf yang kini digunakan untuk Gedung Pimpinan Ranting Muhammadiyah Siraman, Kamis (15/9/2022).

Hadir Kepala Kemenag Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA didampingi Kepala KUA Wonosari, H. Harsono, S.Ag., MSI selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Wonosari beserta jajarannya. 

Sa’ban bersyukur program yang dicanangkan diawal pengabdiannya di Kemenag Gunungkidul, yaitu Jempolan Wakaf, dapat ditindaklanjuti oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan se-Kabupaten Gunungkidul. 

Sa’ban menjelaskan bahwa KUA Wonosari menjadi salah satu sasaran program prioritas Kementerian Agama, yaitu Revitalisasi KUA. “Revitalisasi KUA maksudnya adalah agar KUA dapat lebih responsif selama masih diperbolehkan regulasi, maka kita namakan layanan wakaf ini sebagai jemput bola. Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala KUA Wonosari, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang terus-menerus melakukan pencatatan tanah wakaf yang menjadi amanatnya. Program Jempolan Wakaf ini tidak dapat berlangsung bila tidak disambut oleh para nazhir, wakif, tokoh masyarakat dan masyarakat,” ungkap Sa’ban dihadapan Nazhir Persyarikatan Muhammadiyah yang diwakili oleh Suladi, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Siraman, Wahyu Dwi Nugroho beserta jajarannya serta saksi ikrar wakaf.

Kepada Lilis dan keluarga, Sa’ban menjelaskan bahwa wakaf merupakan salah satu dari tiga yang ganjaran atau pahalanya tidak terputus selama wakaf itu digunakan. “Alhamdulillah wakaf ini digunakan untuk gedung dakwah, berarti ini luar biasa akan mengalir terus pahalanya karena saya yakin gedung dakwah Muhammadiyah ini akan menggerakkan masyarakat Gunungkidul, khususnya di Kalurahan Siraman untuk senantiasa dekat dengan Allah, senantiasa beribadah kepada Allah, dan senantiasa menguatkan iman dan Islam,” papar Sa’ban. (and)

Penulis : Andi Eko

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul