Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menghadiri Peringatan Hari Lahir ke-23 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) sekaligus membuka secara resmi Bimbingan Teknis Implementasi Pengembangan PAUD HI (Potensi Anak Usia Dini Holistik Integratif) yang digelar Pimpinan Daerah IGRA Gunungkidul, Selasa (4/11/2025) di Wonosari.
Dalam sambutannya, Mukotip memberikan apresiasi kepada seluruh guru RA yang telah mengabdikan diri dalam mendidik generasi usia dini dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Ia mengajak seluruh pendidik untuk menerapkan “Kurikulum Cinta” dalam setiap proses pembelajaran di RA.
“Guru RA harus menjadi teladan dalam menanamkan nilai cinta, cinta kepada Allah, kepada sesama, kepada lingkungan, dan kepada bangsa. Inilah yang kami sebut sebagai kurikulum cinta, karena pendidikan tanpa cinta tidak akan melahirkan generasi berakhlak mulia,” tuturnya.
Mukotip juga menegaskan bahwa penerapan kurikulum cinta bukan hanya soal kasih sayang, tetapi juga tentang menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan penuh makna, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, cerdas, dan peduli.
Lebih lanjut, Mukotip juga menegaskan pentingnya menerapkan pendidikan holistik integratif sebagai pendekatan yang memandang anak sebagai individu yang utuh, dengan mengembangkan aspek fisik, emosi, sosial, kognitif, dan spiritual secara bersamaan. Ia menerangkan bahwa terdapat lima ciri utama pendidikan holistik integratif, yaitu pertama, fokus pada anak, di mana anak menjadi pusat dalam proses pembelajaran.
Kedua, pembelajaran berbasis pengalaman, yakni kegiatan belajar berangkat dari pengalaman dan aktivitas yang bermakna. Ketiga, integrasi mata pelajaran, yaitu menghubungkan antara bidang studi dan kehidupan sehari-hari. Keempat, pengembangan kemampuan hidup, dengan menumbuhkan kemampuan sosial, emosional, dan kemandirian dan terakhir pembelajaran aktif, yang melibatkan anak secara langsung dalam proses belajar.
“Tujuan pendidikan holistik integratif adalah membantu anak mengembangkan potensi mereka secara menyeluruh agar menjadi individu yang seimbang, mandiri, dan kreatif,” imbuhnya.
Kegiatan bertajuk “IGRA untuk Indonesia, Satu Cinta, Satu Langkah Bergerak, Sejahtera Bersama” ini dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dan tamu undangan lainnya serta diikuti oleh para guru RA dari seluruh kapanewon di Gunungkidul.
Penulis : Putri HS
Editor : Andi Eko