Semin (Kemenag Gunungkidul) – Ada perkataan dari Sayyidina Umar yang berbunyi ‘Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu’. “Artinya kalau anak-anak sekarang dididik dengan model orang tua kita dulu pasti akan bermasalah, maka kemudian kita harus menyesuaikan dengan zamannya,” kata Drs. H. Sa’ban Nuroni,MA., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul pada kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru di RM Watupayung Semin, Selasa (25/10/2022).
Lebih lanjut Sa’ban menyampaikan bahwa ketika menjadi guru maka harus dibayangkan adalah para guru ini sedang menghadapi para calon pemimpin masa depan. “Artinya, bicara Pendidikan berarti bicara masa depan, bukan bicara masa lalu, maka pengalaman kita di masa lalu tidak bisa diterapkan untuk pendidikan di zaman sekarang,” imbuhnya.
Proyeksi Pendidikan di abad 21 itu ada tiga, yaitu; Karakter, Kompetensi dan Literasi. “ Tiga hal ini yang harus dipersiapkan, terutama karakter, karena sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik kita di masa yang akan dating,” tandasnya.
Sa’ban juga berpesan bahwa seorang guru harus dapat melihat potensi para peserta didiknya agar dapat mengembangkan hal tersebut lebih baik kedepannya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh MI YAPPI Karangwetan bekerja sama dengan MI YAPPI Natah. Dengan narasumber Trainer Nasional, Anggara Aditya Kurniawan,S.Pd., Guru SMKN 7 Surakarta. (sna)
Penulis : Siti Nurafrianti
Editor : Andi Eko