Kepala Kankemeng Gunungkidul: Tantangan MI di Masa Depan

  Sabtu, 31 Mei 2025    Bacakan Berita     160 
Foto Kepala Kankemeng Gunungkidul: Tantangan MI di Masa Depan

Wonosari (Kankemenag GunungKidul) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menghadiri Haflah Akhirrusanah tahun ajaran 2024/ 2025 MI Terpadu Assalam Fafa Selang Wonosari, Sabtu (31/5/2025).

Dalam kesempatan ini diadakan Khataman Imtihan Tartil Al Qur’an Metode UMMI. Hadir Panewu Wonosari, Ketua Yayasan Assalam Fafa H. Achmad Fauzan S.Pd.I, Kepala MI Assslam Fafa beserta jajaran, wali siswa dan undangan lainnya.

Kepala Kankemenag Gunungkidul Mukotip dalam sambutannya menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di masa depan. Pertama, adanya perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan meliputi integrasi teknologi dalam pembelajaran, literasi digital siswa dan guru, keamanan dan etika digital.

Kedua, adanya kesenjangan kualitas pendidikan, perbedaan antara perkotaan dan pedesaan serta aksesibilitas. Ketiga, tantangan globalisasi dan persaingan internasional, penguatan kompetensi global, danadaptasi kurikulum.

Keempat, adanya krisis moral dan karakter. Perlunya mempertahankan nilai-nilai agama dan moral serta menangani pengaruh negatif media mosial. Kelima, pengembangan kurikulum yang responsive, keseimbangan ilmu agama dan umum, kurikulum yang fleksibel dan kontekstual, pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Keenam, peningkatan kualitas tenaga pengajar, kompetensi guru dan kesejahteraan guru. Ketujuh, kolaborasi dan kemitraan, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta kemitraan dengan berbagai pihak

Kedelapan, manajemen dan kepemimpinan madrasah, tata kelola yang baik dan kepemimpinan yang visioner. Kesembilan, pendanaan, diversifikasi sumber pendanaan, pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif.

“Untuk menghadapi  tantangan-tantangan ini, memerlukan upaya yang komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, pengelola madrasah, guru, orang tua, dan masyarakat,” katanya.

“Dengan respons yang tepat dan inovatif, Madrasah Ibtidaiyah dapat terus berperan penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.(sgt)

Penulis : Sigit

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul