Kepala Kankemenag Hadiri Pengajian Akbar dan Peresmian Senior School Griya Lansia

  Selasa, 10 Juni 2025    Bacakan Berita     53 
Foto Kepala Kankemenag Hadiri Pengajian Akbar dan Peresmian Senior School Griya Lansia

Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menghadiri Pengajian Akbar dan Peresmian Senior School Griya Lansia yang diselenggarakan Griya Lansia Yaumy Ainul Yakin Wareng di Wonosari pada Selasa (10/6/2025).

Hadir mewakili Bupati Gunungkidul, Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul yang meresmikan Senior School Griya Lansia.

Sekretaris Dinsos P3A Kabupaten Gunungkidul, Nurudin Araniri S.Pt.M.E mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Ini merupakan upaya untuk meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan lansia, sekaligus upaya pembinaan iman dan ketakwaan. Semoga para santri lansia mampu menjalani usia lanjut dengan kebahagiaan,” ungkapnya.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, Kepala Kankemenag Gunungkidul, Mukotip menyampaikan tujuh tujuan mulia memelihara umur lansia, yaitu pertama, menghormati dan menghargai kehidupan, yaitu wujud penghormatan terhadap perjalanan hidup dan kontribusi yang telah mereka berikan.

Kedua, melestarikan pengetahuan dan pengalaman, yaitu menjaga agar pengetahuan dan cerita dari generasi sebelumnya tetap hidup dan dapat diturunkan ke generasi mendatang.

Ketiga, meningkatkan kesejahteraan emosional dan psikologis, yaitu dukungan dan perhatian dapat mencegah kesepian, depresi, dan perasaan tidak berharga yang seringkali dialami lansia.

Keempat, mempertahankan ikatan keluarga dan sosial, yaitu kehadiran lansia dalam keluarga dan masyarakat memperkuat ikatan antargenerasi. Kelima, mendorong kesehatan dan kemandirian, yaitu upaya memelihara umur lansia juga mencakup memastikan mereka memiliki akses ke perawatan kesehatan yang layak, nutrisi yang baik, dan lingkungan yang mendukung untuk menjaga kemandirian mereka selama mungkin.

Keenam, memenuhi kewajiban moral dan sosial, yaitu cerminan dari nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Terakhir, membangun masyarakat yang berempati dan inklusif, yaitu  membentuk masyarakat yang lebih berempati, inklusif, dan menghargai keragaman usia.

Pada kesempatan ini, tausiyah disampaikan oleh Drs. KH Zamari.

Penulis : Putri HS

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul