Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menerima audiensi dari penyuluh agama Hindu pada Senin,(26/1/2026) di ruang kerjanya.
Audiensi tersebut dipimpin oleh I Made Neso, S.Sos didampingi Rahayu Fitriyani, S.Pd SH serta Nuning Nirmawanti, S.Pd.H S.Fil.
Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka persiapan peringatan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 atau Tahun 2026 Masehi. Adapun tujuan utama pertemuan ini adalah untuk menyampaikan rencana rangkaian kegiatan Nyepi, memperkuat koordinasi lintas pihak, serta memperoleh dukungan kelembagaan dari Kementerian Agama agar seluruh rangkaian ibadah dan kegiatan keagamaan umat Hindu di Kabupaten Gunungkidul dapat berjalan dengan tertib, aman, dan khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, Mukotip menyampaikan apresiasi atas inisiatif para penyuluh agama Hindu yang telah melakukan koordinasi sejak dini. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan Hari Raya Nyepi, sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat moderasi beragama di Kabupaten Gunungkidul.
“Kementerian Agama siap mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan keagamaan sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi nilai toleransi serta kebersamaan,” ujar Mukotip.
Mukotip juga berharap peringatan Hari Raya Nyepi Tahun 2026 Masehi dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna spiritual, serta menjadi momentum mempererat keharmonisan antarumat beragama di Gunungkidul.
Adapun rangkaian Hari Raya Suci Nyepi di Kabupaten Gunungkidul diawali dengan Upacara Merti Gunung pada 1 Februari 2026 di Gununggambar sebagai wujud bhakti umat Hindu untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan alam. Selanjutnya dilaksanakan Upacara Wanakerti Pangruating Bumi pada 14 Februari 2026 di Watu Gendong sebagai bentuk pelestarian kesucian hutan dan pegunungan.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Upacara Melasti pada 3 Maret 2026 di Pantai Ngobaran untuk mensucikan alam semesta, manusia, dan pratima pura. Sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana, umat Hindu juga menggelar kegiatan Bhakti Sosial pada 8 Maret 2026 di Pura Derpokusumo, Saptosari.
Puncak rangkaian ditandai dengan Upacara Tawur Agung Kesanga pada 18 Maret 2026 di Pelataran Candi Prambanan, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Brata Nyepi melalui Catur Brata Penyepian selama 24 jam. Rangkaian perayaan ditutup dengan Dharma Santi Nyepi sebagai sarana silaturahmi, refleksi, serta penguatan kerukunan antarumat beragama.(sgt)
Penulis : Sigit
Editor : Putri HS