Kepala Kankemenag Gunungkidul Sukses Ujian Terbuka Program Doktor Studi Islam UIN Sunan Kalijaga

  Kamis, 19 Februari 2026    Bacakan Berita     200 
Foto Kepala Kankemenag Gunungkidul Sukses Ujian Terbuka Program Doktor Studi Islam UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta (Kankemenag Gunungkidul) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menjalani Ujian Terbuka Program Doktor Studi Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).

Dalam sidang terbuka ini, Mukotip mempertahankan disertasi berjudul “Koeksistensi Keberagamaan dalam Masyarakat Plural: Studi Kasus Desa Pendowoharjo Sewon Bantul, D.I Yogyakarta.”

Penelitian ini menjadi salah satu kajian akademik yang menyoroti praktik nyata kehidupan masyarakat plural yang berhasil membangun harmoni sosial secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Mukotip menegaskan bahwa penelitian ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga kerukunan sosial. “Koeksistensi keberagamaan tidak hadir secara otomatis, tetapi dibangun melalui kesadaran kolektif masyarakat yang mempraktikkan nilai toleransi, gotong royong, serta komitmen bersama untuk menjaga harmoni sosial dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Temuan penting lainnya dalam disertasi ini adalah peran tafsir keagamaan yang inklusif dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap perbedaan. Para tokoh agama di Pendowoharjo, menurut penelitian tersebut, tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin ritual keagamaan, tetapi juga berperan sebagai agen sosial yang aktif menyebarkan pesan-pesan moderasi beragama.

Melalui pengajian, ceramah, serta kegiatan lintas komunitas, tokoh agama memberikan pemahaman bahwa perbedaan keyakinan bukanlah ancaman, melainkan bagian dari realitas sosial yang harus dikelola dengan sikap saling menghormati. Pendekatan ini secara bertahap membangun kesadaran masyarakat bahwa harmoni sosial adalah tanggung jawab bersama.

Selain faktor sosial dan keagamaan, disertasi ini juga menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah desa dalam menciptakan ruang sosial yang inklusif. Pemerintah desa dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan akses yang adil terhadap sumber daya ekonomi, pelayanan publik, serta partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. 

Kebijakan yang tidak diskriminatif serta program-program pemberdayaan ekonomi yang merata terbukti mampu meminimalkan potensi kecemburuan sosial yang sering menjadi pemicu konflik di masyarakat plural. Dengan adanya distribusi sumber daya yang lebih adil, masyarakat dari berbagai kelompok agama dapat merasakan manfaat pembangunan secara bersama-sama.

Mukotip menjelaskan bahwa sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah menjadi faktor utama yang memperkuat koeksistensi keberagamaan di Pendowoharjo. “Ketika tafsir agama yang moderat, kebijakan sosial yang inklusif, serta budaya lokal yang menjunjung kebersamaan berjalan secara bersamaan, maka perbedaan tidak lagi dipandang sebagai ancaman, tetapi justru menjadi kekuatan sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat,” jelasnya.

Mukotip menjadi Doktor ke-1065 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hadir Kepala Kanwil Kemenag DIY Dr. H. Ahmad Bahiej SH M.Hum, Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Supriyanto SE MT, Kepala Kankemenag Kabupaten/ Kota, Ketua MUI Gunungkidul, Ketua Baznas Gunungkidul dan undangan lainnya.

Penulis : Andi Eko

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul