Gunungkidul (Kankemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul Aidi Johansyah kembali mengingatkan sebagai ASN harus siap untuk ditempatkan dimana saja, “Kita sebagai ASN apalagi pegawai negeri harus siap ditempatkan dimana saja, dimana pun harus disyukuri,” kata Aidi saat memberikan sambutan pada acara Serah Terima Jabatan Kepala MTsN 6 Gunungkidul, Kamis (9/1/2020). Turut hadir pada acara ini Pengawas, Komite Sekolah, Lurah Desa Banyusoca, perwakilan guru MTsN 9 Gunungkidul, dan segenap Guru dan Tenaga Kependidikan di MTsN 6 Gunungkidul.
Kepala MtsN 6 Gunungkidul yang lama Miftahul Ichwan mengucapkan rasa terimakasih dan permohonan maaf jika selama ini ada salah dan khilaf yang dilakukan baik sengaja maupun tidak. “Terimakasih selama 3 tahun ini suka cita kita rasa bersama, saya bukan apa-apa tanpa bapak dan ibu guru di MtsN 6 gunungkidul ini. Tidak kalah pentingnya semoga ikatan silaturhami jangan berhenti sampai disini, tetap bersama mewujudkan madrasah hebat bermantabat,” ujar Ichwan.
Selanjutnya Kepala MTsN 6 Gunungkidul yang baru, Supasdi, juga memberikan sambutannya, “Hari ini saya kulonuwun, untuk semua guru disini mohon dukungan dan kerjasamanya, seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Pak Ichwan siapapun sehebat apapun seseorang tidak akan berarti tanpa ada dukungan dari pihak lain, oleh karenanya mohon dukunagn dan arahannya,” papar Supasdi .
Pada sambutannya Kepala Kankemenag Gunungkidul Aidi Johansyah mengucapkan terimakasih dan selamat menjalankan tugas ditempat yang baru untuk Kepala MTsN 6 yang lama Miftahul Ichwan yang sekarang dipindah tugaskan ke MTsN 7 Gunungkidul dan Kepala MTsN 6 yang baru Supasdi, yang seeblumnya mengemban tugas menjadi Kepala MTsN 9 Gunungkidul. “Pengalaman disekolah sebelumnya yang mungkin bermanfaat silahkan dikembangkan, dan untuk bapak ibu yang ditinggalkan tetap menjalin persaudaraan , dimanapun persaudaraan jangan sampai putus, tetap saling mendoakan, saling memberi dukungan dan semangat,” pungkas Aidi. (sna)
Penulis : Siti Nurafrianti
Editor : Siti Nurafrianti