Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotip menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kesehatan Haji Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Jumat (31/10/2025) di ruang rapat Gedung PLHUT Kankemenag Gunungkidul. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Riset Kesehatan Haji (Riskes Haji) Tahun 2026.
Rakor diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor, antara lain Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, tim teknis penyelenggaraan ibadah haji, serta perwakilan fasilitas layanan kesehatan dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se-Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan langkah dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jamaah haji, mulai dari tahap persiapan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Mukotip menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan instansi kesehatan. “Kesehatan jamaah adalah faktor utama dalam keberhasilan pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, diperlukan koordinasi yang baik sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di Tanah Suci,” ujarnya.
Selain membahas hasil evaluasi penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, Rakor juga mengulas berbagai rencana inovasi layanan kesehatan haji, termasuk penerapan pemeriksaan kesehatan berjenjang dan digitalisasi data jamaah untuk mempercepat proses pelayanan serta pemantauan kondisi kesehatan calon jamaah.
Rakor turut dihadiri oleh Kabag Kesra Pemda Kabupaten Gunungkidul yang diwakili Sidik Purnomo, Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sugondo, Penanggung Jawab Pemeriksaan Kesehatan Haji RSUD Wonosari, serta pimpinan KBIH Aisyiyah dan KBIH Darul Qur’an. Hadir pula Kasi Yanrusus Bersama dan petugas kesehatan haji dari seluruh UPT Puskesmas se-Kabupaten Gunungkidul.(sgt)
Penulis : Sigit
Editor : Putri HS