Kepala Kankemenag Gunungkidul Hadiri Perayaan Natal Gabungan SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026

  Rabu, 14 Januari 2026    Bacakan Berita     70 
Foto Kepala Kankemenag Gunungkidul Hadiri Perayaan Natal Gabungan SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026

Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menghadiri Perayaan Natal Gabungan SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026 se-Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan pada Rabu (14/1/2026) di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari.

Perayaan Natal gabungan tersebut diikuti oleh siswa-siswi, guru, serta tenaga kependidikan SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Gunungkidul.

Dalam sambutannya, Mukotip menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Perayaan Natal Gabungan sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, serta kebangsaan kepada generasi muda.

Pada kesempatan tersebut, Mukotip menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, perayaan Natal gabungan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan sejak dini, khususnya di kalangan pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa negara hadir untuk semua umat beragama. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Sekolah merupakan ruang strategis untuk menumbuhkan sikap toleran, inklusif, dan saling menghormati dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mukotip berharap agar para peserta didik tidak hanya memaknai Natal sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kasih, kedamaian, kejujuran, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan penguatan moderasi beragama dan pendidikan karakter yang terus didorong oleh Kementerian Agama.

Ia juga mengajak seluruh warga sekolah, baik peserta didik maupun pendidik, untuk bersama-sama menjaga suasana harmonis di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. “Kerukunan adalah modal utama dalam membangun bangsa. Jika generasi muda terbiasa hidup rukun dalam perbedaan, maka masa depan Indonesia akan semakin kuat dan damai,” imbuhnya.

Firman Tuhan disampaiakan oleh Pendeta Debora Dwioktabriani, S.Si. dari GKJ Kebonarum Klaten.

Turut hadir, Pengawas Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Gunungkidul, Sunarto S.PAK M.Th.(sgt)

Penulis : Sigit

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul