Playen (Kankemenag Gunungkidul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri kegiatan Halalbihalal 1447 H/2026 M dan Silaturahmi Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) DIY yang digelar pada Sabtu (4/4/2026) di Hotel Santika Gunungkidul.
Dalam sambutannya, Mukotip menegaskan bahwa bulan Syawal memiliki makna penting dalam perspektif pendidikan Islam sebagai fase krusial yang mengintegrasikan antara teori dan praktik dari nilai-nilai Ramadan.
Ia memaparkan empat hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, bulan Syawal merupakan momentum introspeksi diri, sebagai proses evaluasi atas capaian ibadah dan pembinaan diri selama Ramadan. Kedua, Syawal menjadi tolok ukur konsistensi, sejauh mana kualitas ibadah yang meningkat di bulan Ramadan dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, ia menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam membina masyarakat. Keempat, dimensi kepekaan sosial seperti sedekah dan infak harus terus dijaga dan tidak berhenti setelah Ramadan, melainkan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya.
“Dengan demikian, Syawal bukan sekadar bulan pasca Ramadan, tetapi merupakan ‘sekolah kehidupan’ yang menentukan keberlanjutan kualitas iman seorang muslim,” ungkap Mukotip.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai seperti muhasabah, istiqamah, keikhlasan, dan kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter takwa, khususnya bagi insan madrasah.
Hadir, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Pd.I., Pimpinan Skolla, para pimpinan madrasah, pengurus KKMA DIY, serta tamu undangan lainnya.
Penulis : Putri HS
Editor : Andi Eko