Gunungkidul (Kankemenag) – Prinsip kepemimpinan dalam sebuah lembaga haruslah ditata dengan baik dan sesuai dengan metode yang relevan, sesuai dengan kondisi dan regulasi. Selain itu membangun rasa kekeluargaan didalam sebuah lembaga dapat menghantarkan pada kesuksesan dalam menjabarkan visi dan misi bersama. Demikian yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Arief Gunadi saat memberikan arahan dalam kegiatan Serah Terima Jabatan Kepala MIN 5 Gunungkidul, Selasa (11/8/2020).
Sebelumnya Arief memberikan ucapan terima kasih kepada Fuatul Khakim yang telah mendedikasikan diri serta untuk segala inovasinya demi kemajuan MIN 5 Gunungkidul, dan mengucapkan selamat datang kepada Yusholichatul Janah sebagai Kepala MIN 5 Gunungkidul yang baru.
“Saya selalu memantau aktifitas berbagai inovasi yang dibangun di MIN 5 ini sungguh sangatlah baik, saya harap nanti akan semakin lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah yang baru. Untuk Ibu Yusholichatul Janah saya harap agar segera dapat beradaptasi dan mempelajari berbagai regulasi dalam pengelolaan lembaga berstatus negeri. Hal-hal baik yang sudah ditinggalkan oleh kepala sebelumnya untuk dijaga dan dikembangkan serta di design dengan inovasi yang bersifat keunggulan,” jelas Arief.
Ketika sudah menjabat menjadi Kepala Madrasah harus mampu menggerakkan roda organisasi di lembaga tersebut, dan mampu juga membuat tatanan yang inovatif sesuai visi misi. “Cara pandang guru dan Kepala Madrasah akan membawa cara pandang dari seluruh warga madrasah. Gunakan manajemen yang familier, yang berdasarkan atas gotong royong, karena prinsip kepemimpinan dalam sebuah lembaga harus ditata dengan cara yang familier,” tandas Arief.
Tanah, gedung, SDM, anggaran dan dukungan masayrakat tentu harus dimiliki, dirawat dan disempurnakan demi kenyamanan pelayanan pembelajaran kepada peserta didik, dan akhirnya siswa dapat berprestasi. (sna)
Penulis : Siti Nurafrianti
Editor : Siti Nurafrianti