Gunungkidul (Kankemenag) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul terus berupaya agar masyarakat di Kabupaten Gunungkidul mampu meminimalisir terjadinya angka perceraian, salah satunya melalui bimbingan perkawinan yang terus dilakukan Kemenag melalui Seksi Bimas Islam. Hal ini disampaikan Kepala Kankemenag Gunungkidul Arief Gunadi pada acara doa bersama dalam rangka HUT Ke-75 RI dan pengukuhan kegiatan Pengawasan dengan Pendekatan Agama di Lantai Dasar Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, Kamis (13/8/2020).
Dikatakan, ada salah satu ASN yang bernama Drs. H. Muhammad Kamsun yang telah menciptakan dua buah lagu, yang pertama Ayunda Simenik yang sudah menjadi salah satu lagu yang hak patennya berada di Muhammad Kamsun tetapi di publish oleh pemerintah daerah.
“Ini berarti keluarga besar Kementerian Agama turut berpartisipasi dalam upaya menjaga stabilitas keluarga di negeri ini karena lagu ini digunakan sebagai salah satu upaya membangun ketahanan keluarga dan upaya menghindari pernikahan dini di seluruh Indonesia. Dan ada satu lagu berikutnya yang juga berorientasi membangun ketahanan keluarga yang diciptakan pada saat ini dan insyaAllah akan di-publish oleh institusi Kemenag, baik Gunungkidul, wilayah maupun pusat,” tandas Arief.
Terkait kegiatan Pengawasan dengan Pendekatan Agama, Arief Gunadi berharap di setiap Kamis Legi, masing-masing satuan kerja di lingkungan Kemenag Gunungkidul dapat melakukan doa bersama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
“Silakan disetiap Kamis Legi di satuan kerja masing-masing untuk dapat melaksanakan doa bersama sebelum kegiatan pelayanan publik dan pelayanan pendidikan,” katanya
Diungkapkan, doa bersama setiap Kamis Legi pagi dilaksanakan dalam batas waktu kurang lebih 30 menit, tidak ada informasi apapun selain hanya iftitah, doa bersama dan diakhiri penutup, kemudian melanjutkan pelayanan kepada masyarakat. “Kita mulai pada hari ini dan semoga istiqomah. Mudah-mudahan dapat mengantarkan kita lebih dekat pada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dan akhirnya kita semua dijauhkan dari berbagai musibah, bala’, termasuk didalamnya Covid-19,” ungkap Arief.
Menghadapi pandemi Covid-19 ini, Arief mengajak untuk berserah diri kepada Allah. “Dalam hal ini dapat kita pahami bahwa bagaimana kita dapat berupaya secara batiniah, termasuk memuji keagungan Allah dengan berdzikir, yang merupakan bagian dalam memberi nutrisi spiritual agar kita semua, dimana pun berada senantiasa dalam imunitas psikologis yang sangat kuat. Daya tahan kita akan menjadi kuat ketika kita memiliki daya tahan yang bersifat lahiriah dan batiniah," paparnya.
Ditambahkan, secara batiniah dilakukan dengan berdoa pada Allah, kemudian secara lahiriah dengan menaati imbauan pemerintah, yakni dengan cara selalu beradaptasi dengan kebiasaan baru, diantaranya mengenakan masker, tidak berjabat tangan, tidak bersentuhan, menjaga jarak, cuci tangan disetiap kesempatan dan terus berupaya dalam konsep waspada, agar Covid-19 ini tidak menginfeksi kita.
Terkait penyerapan anggaran, Arief menginformasikan bahwa penyerapan per Juli 2020 adalah 57,96 persen. “Kita harapkan progress ini semakin meningkat sampai pada menjelang tutup tahun anggaran, sehingga 100 persen anggaran kita dapat terserap, karena penyerapan anggaran ini juga menjadi parameter atas kinerja yang kita lakukan,” terangnya.
Dalam pengarahannya, Arief mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada kepala madrasah karena madrasah masih menjadi destinasi pendidikan bagi masyarakat. “Harapan saya, amanat dari masyarakat jangan disia-siakan, teruslah berjuang untuk melakukan inovasi pendidikan yang terbaik, sekalipun pendidikan tidak luring tapi daring, tetapi jangan sampai mempengaruhi semangat dan intensitas transfer knowledge itu sendiri,” ujarnya seraya berpesan agar kepala madrasah maupun komunitas guru dapat merumuskan kegiatan atau program untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.
Sedangkan di pendidikan diniyah dan pondok pesantren, Arief bersyukur beberapa pondok pesantren telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Pemkab Gunungkidul dan dinyatakan memiliki kelayakan dan diijinkan untuk menghadirkan kembali santri-santrinya untuk belajar di pondok pesantren dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat.
Sementara di penyelenggara zakat dan wakaf, disampaikan penasarufan zakat di tahun ini, Kemenag Gunungkidul melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dapat menasarufkan sejumlah Rp 204.800.000 mulai dari pembagian sembako pada masyarakat terdampak Covid-19, kepada GTT dan PTT, kepada pondok pesantren, UMKM, rehab MCK dan bedah rumah.
Sebelumnya, Kasubbag TU Mukotip selaku ketua panitia menjelaskan, momentum peringatan proklamasi ditengah pandemi Covid-19 ini diniatkan untuk berdoa bersama. “Doa ini kita lantunkan untuk para pahlawan kusuma bangsa yang berjuang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dan juga berharap semoga Allah melindungi kita dari segala bencana,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini diserahkan penghargaan kepada Rochmat Fajarudin sebagai Guru Inovatif dari MTsN 4 Gunungkidul dan penyerahan simbolis bantuan UMKM kepada Muh Hisyam. (and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Andi Eko