Kemenag Gunungkidul Terima Kunjungan Inspektorat Daerah, Bahas Tindak Lanjut Audit Penurunan Stunting

  Kamis, 16 Oktober 2025    Bacakan Berita     84 
Foto Kemenag Gunungkidul Terima Kunjungan Inspektorat Daerah, Bahas Tindak Lanjut Audit Penurunan Stunting

Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menerima kunjungan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Gunungkidul pada Kamis (16/10/2025) di ruang kerjanya. 

Dalam kesempatan ini, Mukotip didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha H. Faqih Shomadi S.Ag M.Pd.I serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Supriyanto S.Ag MSI.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka koordinasi terkait tindak lanjut hasil audit kinerja mengenai upaya penurunan prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Koordinasi tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan salah satu pilar intervensi spesifik berjalan dengan baik, yaitu pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada siswi madrasah tingkat MTs dan MA dibawah naungan Kankemenag Gunungkidul.

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pemantauan dan pelaksanaan pemberian tablet tambah darah dapat terus ditingkatkan, sehingga para siswi atau remaja putri di madrasah dapat mengonsumsi tablet tersebut secara rutin seminggu sekali. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Gunungkidul.

Mukotip menyambut baik koordinasi yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah. Dalam tanggapannya, Mukotip menyampaikan bahwa Kementerian Agama siap berkolaborasi dan berperan aktif dalam mendukung program penurunan stunting melalui satuan pendidikan madrasah. 

“Kami sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah. Madrasah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan kesadaran pentingnya kesehatan remaja putri. Kami akan terus mendorong kepala madrasah dan guru agar memastikan pemantauan pemberian tablet tambah darah berjalan dengan tertib dan terpantau,” ujarnya.

Mukotip juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan semata, namun juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa dalam menjaga pola hidup sehat dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

“Dengan pembiasaan ini, diharapkan remaja putri di madrasah tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan siap menjadi penerus bangsa yang unggul,” pungkasnya.

Penulis : Putri HS

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul