Gunungkidul (Kankemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Arief Gunadi, didampingi beberapa pejabat Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul menerima secara simbolis donasi kuota internet XL/ AXIS untuk madrasah Kabupaten Gunungkidul di Lantai Dasar Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, Rabu (23/9/2020).
Kuota yang diberikan kepada para siswa adalah 30 GB, meliputi 15 GB untuk video conference dan 15 GB untuk kuota edukasi yang dapat digunakan untuk membuka aplikasi edukasi atau website edukasi. “Semoga bermanfaat, semoga anak didik kita, terutama di madrasah di Kabupaten Gunungkidul bisa terbantu dengan adanya kuota daring ini,” kata Yudith Sabrina, Head of Sales XL/Axiata area Jateng-DIY.
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Arief Gunadi, merasa bersyukur atas adanya tindak lanjut kerja sama Direktur KSKK dengan PT XL Axiata. Arief juga bersyukur adanya batasan aplikasi yang dapat diakses oleh kuota ini. “Saya bersyukur ada batasannya, karena ketika kita menyaksikan anak-anak kita belajar di kamar, tanpa ditunggui wali siswa dan tidak terpantau dari jarak jauh oleh guru, maka dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan penggunaan kuota tersebut. Saya bersyukur kuota ini cukup banyak, sehingga ketika digunakan untuk daring, insyaAllah cukup. Apalagi belakangan sedang dikonsepsikan dengan metodologi pembelajaran jarak jauh dalam format blended learning. Jadi, bagaimana teori-teori yang digagas dalam aplikasi pendidikan jarak jauh atau melalui jaringan bisa diakses guru,” paparnya.
Arief berharap para guru dan kepala madrasah jangan sampai tertinggal ilmu yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. “Jangan sampai kalah pintar dengan peserta didik terkait teknologi informasi dan penggunaan gadget. Hal ini menjadi parameter kompetensi profesional guru madrasah,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Arief menjelaskan bahwa pencairan TPG secara kontinu terus dilakukan sesuai jadwal dan syarat yang telah ditentukan. Untuk penyerapan anggaran, Arief berharap satuan kerja dapat memproses penyerapannya sesuai jadwal yang telah ditentukan agar tidak ada keterlambatan.
Sedangkan untuk BOS, Arief berharap dapat segera direalisasikan. “Bila sudah masuk rekening madrasah, dapat segera dibelanjakan dan dilaporkan untuk menjaga akuntabilitasnya,” pesannya seraya menjelaskan bahwa PIP merupakan program pemerintah pusat dan masuk anggaran negara.
Jelang Pilkada 2020, Arief mengimbau jajarannya untuk menjaga netralitas ASN agar nyaman dan terbebas dari masalah. “Sebagai warga bangsa kita harus menjadi masyarakat yang cerdas dalam menyikapi pilkada. Saya berharap semua masyarakat Gunungkidul dapat memilih dengan hati nurani dan membaca bismillah untuk memberi amanah kepada yang akan memimpin kita,” pungkasnya. (and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Andi Eko